Ads


» » » Pelabuhan Batang akan Diujicobakan Perdana 27 Januari 2018

Pelabuhan Batang | Istimewa
Batang, eMaritim.com � Pelabuhan Batang, Jawa Tengah, akan di uji coba pertama kali berlabuh kapal pengangkut matrial milik PT Waskita Karya yang akan membongkar muatan pasir di pelabuhan ini, guna pembangunan jalan tol, rencana uji coba ini dilakukan tanggal 27 Januari 2018.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara PelabuhanKelas III Batang, Kapten Hendrik Kurnia Adi mengatakan pelabuhan yang dibangun di atas tanah seluas enam hektar tersebut sesuai rencana akan dioperasikan April mendatang.

"Pelabuhan niaga sudah siap uji coba, namun karena kendala cuaca gelombang tinggi sehingga kapal-kapal dari Pontianak bermuatan pasir pesanan dari PT Waskita belum berani berlabuh. Tapi kalau cuaca memungkinkan kapal akan merapat ke PelabuhanNiaga Batang," ujarnya, Selasa (23/1/2018).

Nantinya kedalaman perairan disekitar pelabuhan akan disesuaikan dengan kedalam 5,9 meter, dan akan memiliki dua dermaga untuk menampung kapal tongkang dengan kapasitas maksimal 300 ft.

"Pelabuhan dikhususkan untuk kapal-kapal curah dan barang, namun untuk sementara belum direkomendasikan sebagai pelabuhan untuk komuditas bahan pokok," paparnya.

Hendrik juga menambahkan pelabuhan niaga tersebut berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga pihaknya akan membagi wilayah kerja operasional pelabuhan.

"Untuk lalulintas lautnya sudah ada kesepakatan antara pihak pelabuhan dan pihak perikanan sehingga sudah diatur semuanya, wilayah sungai sambong ke barat untuk pelabuhan niaga dan untuk wilayah sungai sambong ke timur untuk perikanan," paparnya.

Pihaknya terkendala akses jalan penghubung ke pelabuhan karena akses jalan yang direncanakan melalui pantai Si Cepit Kelurahan Kesepuhan menuju Jalan Ki Mangonsarkoro belum dikerjakan, karena jalan tersebut menjadi kewenangan Pemkab dan Pemprov.

"Memang informasi dari Pemkab Batang askes jalan sudah pada tahap pembebasan lahannya, rencananya tahun ini sudah mulai di kerjakan, antisipasi ujicoba operasional pelabuhan akan menggunakan jalan Provinsi sebagai jalan sementara," imbuhnya.

Nantinya supaya operasional pelabuhan tidak mengganggu aktifitas nelayan dan masyarakat sekitar, pihak pelabuhan akan menerapkan jam Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Karena aktifitas nelayan mulai pukul 05.00 WIB samapi 10.00 WiB maka kami mulai operasional pelabuhan pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB," pungkasnya.(*)




Tribunnews

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini