Ads


» » » Penantian Panjang Penumpang KM Sabuk Nusantara 49 Rute Kupang-Maluku

KM Sabuk Nusantara 49 yang terbakar beberapa waktu lalu | Istimewa
Kupang, eMaritim.com - Sejumlah warga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlantar tak bisa kembali ke Maluku karena Kapal Sabuk Nusantara 49 yang melayani rute pelayaran Kupang-Maluku belum beroperasi padahal kapal tersebut sudah diperbaiki dan telah melalui uji kelaikan kapal.

Salah satu penumpang yang akan berangkat ke Maluku, Mei kecewa dan gelisah karena hampir satu bulan tak bisa kembali ke kampung halamannya. Ia menuturkan, menjelang akhir tahun sejumlah masyarakat di Maluku datan ke Kupang untuk berbelanja bahan-bahan natal, seperti sembako.

"Tapi sepertinya kami ditelantarkan sudah hampir sebulan," keluh Mei, seperti dikutip Pos Kupang, Kamis (14/12/2017).

Harusnya, menurut Mei, pihak Pelni, Dinas Perhubungan (Dishub), terutama orang kapal lebih tahu. Karena yang ia tahu, kapal ini baru keluar dock. Apalagi setelah keluar dock harusnya ada perbaikan seperti uji kelayakan sehingga kerusakannya bisa diketahui.

"Masa baru dua kali pelayaran kapal sudah pincang," tambah Mei.

Penumpang lainnya, Nabad juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa penginapan. Ia berharap pihak Pelni segera menyiapkan kapal pengganti sehingga ia bisa segera pulang ke Maluku.

"Kami tiba di sini sejak tanggal 29 November dan sekarang sudah tanggal 13 Desember. Sudah agak lama kami tinggal di Kupang. Kami pernah dapat info kalau kapal rusak tapi tidak ada info lanjutan. Kami tinggal di penginapan rugi sekali bayar penginapan satu hari Rp 100 ribu. Kami harap pemerintah bisa secepatnya sediakan kapal untuk kembalikan kami, apalagi sudah jelang natal dan tahun baru begini," ucap Nabad.

Warga asal Maluku kerap kali berbelanja ke Kupang karena jarak yang cukup dekat serta ongkos angkut yang lebih murah.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis mendatangi Pelabuhan Tenau untuk meninjau laporan masyarakat terkait tidak berlayarnya KM Sabuk Nusantara 49. Farry langsung mengecek dan mendapati kapal tersebut rusak.

"Fakta yang saya dapatkan berkaitan dengan kapal ini, menurut teknisi ada peralatan yang harus diservis. Jadi tadi saya tegaskan, kalau peralatannya hari ini harus sudah tiba di Kupang dan langsung diperbaiki, langsung dipasang dan Jumat besok harus sudah berlayar," tandas Farry.(*)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini