Ads


» » » Lantik Ribuan Perwira Transportasi, Menhub: Tak Hanya Siswa, Kualitas Dosen Ditingkatkan

Pelantikan 2.100 Perwira seluruh Indonesia
Tangerang, eMaritim.com -  Hari ini Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melantik 2.100 wisudawan perwira transportasi yang terdiri dari laut, udara, dan darat dari berbagai UPT dan  dibawah naungan (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan seluruh Indonesia Pelantikan perwira transportasi tersebut diadakan di STPI Curug, Tangerang, Banten, Kamis (7/9/2018). Menhub minta tak hanya siswa yang kulitasnya ditingkatkan, pengajarnya pun turut serta ditingkatkan kualitasnya.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, berjalan dengan hikmat dan tanpa adanya kendala. Turut hadir dalam kegiatan pagi ini sebagai tamu kehormatan, Sekjen dan Itjen Kementerian Perhubungan, seluruh Kepala UPT Diklat BPSDM Perhubungan serta utusan dari pimpinan beberapa BUMN, BUMS transportasi.

Dalam amanatnya Menteri Perhubungan mengharapkan seluruh lulusan perwira transportasi BPSDM Perhubungan selalu dapat menjadi perwira yang tangguh, berintegritas dan  siap melayani masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, 13 orang wisudawan terbaik berkesempatan untuk memberikan cinderamata kepada Ibu Asuh Taruna BPSDM Perhubungan, Endang Budi Karya sebagai ungkapan terima kasih telah ikut membimbing selama masa pendidikan. Dengan penuh rasa haru Ibu Endang Budi Karya pun menyalami satu per satu wisudawan dengan harapan para perwira transportasi akan memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan prinsip 5 citra manusia perhubungan.

Pelantikan diawali dengan pengalungan medali kepada perwakilan perwira transportasi yang dilakukan langsung oleh Menhub Budi Karya Sumadi. Mereka merupakan perwakilan 13 lulusan terbaik dari berbagai sekolah tinggi transportasi yang ada di seluruh Indonesia.

Menurut budi ribuan perwira yang diwisuda hari ini, diharapkan dapat menambah kekuatan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang transportasi, baik itu laut, darat, dan udara.

"2.100 sumber daya diharapkan dapat menambah kekuatan SDM yang memiliki kompetensi di bidang transportasi," kata Budi dalam sambutannya.

 Budi mengatakan pendidikan transportasi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Tak hanya terhadap para siswa, tapi juga para pengajar.

"Harus terus dilakukan peningkatan pengetahuan, kualitas dosen, kurikulum, sarana, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya seperti dikutip Detik.

Ada hal yang menarik dalam upacara pelantikan tersebut, yaitu dimana Ketua STPI Capt. Novyanto Widadi, S.Ap, MM, menerbangkan sendiri pesawat latih dalam atraksi flight acrobatic yang menampilkan berbagai manuver udara.

Rangkaian acara pelantikan tersebut berakhir pada pukul 11.00 WIB yang sebelumnya ditutup dengan pentas seni budaya dan demonstrasi Drumb Band Taruna Perhubungan dari STIP Jakarta, BP2IP Tangerang, dan STTD Bekasi.

Pengajar Maritim di Indonesia Masih Minim

Sumber Daya Manusia (SDM) Maritim nasional masih dianggap jauh dari bayangan kualitas yang baik, disaat Indonesia merupakan negara dengan historis kemaritimannya yang kuat di masa lampau, dan Indonesia merupakan negara dengan 2/3 wilyahnya dikelilingi laut, kini pendidikan Maritim Indonesia masih dianggap jauh dari harapan karena krisis pengajar S-2 (Magister) dan S-3 (Doktor) di bidang maritim.

Ketua Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia (IKPPNI) Capt. Dwiyono Suyono, mengatakan bahwa peran Pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan SDM Maritim Nasional masih terbilang kurang mumpuni dalam penerapannya.

Tak hanya itu bahwa dalam peningkatan SDM maritim dibutuhkan banyak universitas bidang maritim di Indonesia, namun menurut Capt. Dwiyono tingkat pendidikan S-2 dan S-3 di bidang Maritim nasional masih sangat minim, padahal dalam mendidik Taruna dan Taruni di universitas pelayaran dibutuhkan banyak pengajar yang berpendidikan S-2 dan S-3. Bukan hanya lulusan S-1 atau D-4 saja yang dianggap SDM-nya dapat mensukseskan maritim nasional. Akan tetapi S-2 dan S-3 sangat diperlukan dalam menciptakan lulusan S-1 atau D-4 yang dapat bersaing di mancanegara.

IKPPNI sendiri mengharapkan kepada Pemerintah agar memperhatikan kekurangan pengajar dibidang maritim, �karena untuk mensukseskan program tol laut dan poros maritim perlu adanya SDM yang bergelut dibidang maritim dan mumpuni dalam penerapannya,� ungkap Capt Dwiyono.

�Ini merupakan tugas ristekdikti dalam menangani krisis pengajar S-2 (Magister) dan S-3 (Doktor) di bidang Kemaritiman�, Kata Capt Dwiyono kepada eMaritim.com. (*/HP)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini