Ads


» » » Selamatkan Harga di Petani, Kementan dan Bulog Canangka Serap Gabah

Sukabumi ,BeritaRayaOnline,- Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk menyerap seluruh gabah hasil petani, Kementerian Pertanian, BULOG, TNI, BRI dan Pemerintah Daerah bekerjasama dalam menanggulangi turunnya harga gabah ditingkat petani.

Pencanangan program penyerapan gabah nasional dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Sukabumi yang merupakan satu dari sentra padi yang masih didapati harga kotor gabah kering panen dibawah Rp. 3.700/kilogram (HPP) .

Pencanangan ini dilakukan bersamaan dengan panen perdana di Jawa Barat   Sabtu 11 Maret 2016 di areal 10 ha dari luas padi 1.200 ha di Kecamatan Cisaat, Sukabumi.

Menurut perkiraan panen raya di Kabupaten Sukabumi dengan areal tanam 90.000 ha dari luas baku lahan 64.000 ha akan dilaksanakan pada akhir Maret dan awal April 2016.

Provinsi yang merupakan salah satu sentra padi nasional ini, mempunyai angka produktifitas 6.6 ton/ha. Namun sangat disayangkan, masih terdapat tekanan terhadap petani dengan rendahnya harga yang diterima khususnya pada saat panen akibat panjangnya rantai pasok dan praktek kartel.

Pencanangan penyerapan gabah dg tema "Panen, Serap Gabah, Stabilkan Harga di sukabumi ini sebagai pertanda dimulainya penyerapan jasil panen petani oleh Pemerintah dalam hal ini pemerintah sebagai pengejawantahan instruksi Presiden RI. Dalam minggu ini, pemcanangan serupa akan dilaksanakan di berbagai propinsi Jatim, Jateng, Sulsel, Gorontalo dan Sumsel.

Kondisi harga gabah rendah diberbagai daerah yang sangat merugikan petani di awal musim panen ini segera diantisipasi Kementerian Pertanian dengan menerjunkan 1.600 orang Tenaga Harian Lepas (THL) penyuluh di Propinsi Jawa Barat, petani/gapoktan untuk membantu menyerap gabah petani.

Bekerjasama dengan Bulog, program ini diharapkan dapat menjamin petani menerim harga yang pantas. Tidak hanya THL, untuk memastikan seluruh gabah hasil terserap, Kementerian Pertanian juga menggandeng TNI Angkatan Darat sebagai pendamping agar tata niaga gabah petani dapat diserap oleh Bulog sehingga kejahatan harga ditingkat petani dapat dihindari.

Menyerap gabah langsung kepada petani adalah memotong mata rantai dagang beras sehingga harga pangan pokok ini dimasyarakat stabil. Adanya jaminan harga beli dipetani mendorong kegairahan menanam dan bertani yang pada akhirnya akan menjamin ketersediaan dan kedaulatan pangan nasional.(**/press release humas dan ip kementan/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini