breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Ratusan Nelayan Muara Angke Unjuk Rasa Dukung Reklamasi Teluk Jakarta

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sekitar dua ratus  nelayan Muara Angke, Jakarta Utara melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur. Kehadiran mereka di lokasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Pemprov  DKI Jakarta yang tengah melakukan reklamasi Teluk Jakarta.

            “Kami yakin Pemprov DKI Jakarta punya niat baik dengan melakukan reklamasi Teluk Jakarta dan sudah mikirin nasib kami kedepan. Selama ini juga proyek reklamasi berjalan dan kami baik-baik saja tuh,” kata Syahril salah satu tokoh nelayan yang ikut dalam unjuk rasa tersebut, kemarin.

            Menurut dia, selama inipun Pemprov  DKI Jakarta telah cukup banyak memberikan perhatian terhadap para nelayan di Muara Angke. Misalnya, pemerintah telah membangunkan rumah susun nelayan, tempat penjemuran ikan, perbaikan dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI) yang cukup memadai, serta berbagai fasilitas  lainnya.

            Bahkan pemerintahpun telah membuatkan pusat kuliner berupa rumah makan yang menyajikan aneka masakan laut seperti ikan bakar, otak-otak dan sebagainya.

  Ini menunjukan bahwa Pemprov DKI Jakarta selama ini memang benar-benar telah memikirkan nasib nelayan.

            Sementara itu tokoh Muara Angke lainnya Ust. Tubagus Mukri mengaku dirinya sangat menyayangkan adanya sejumlah orang yang berunjuk rasa menolak reklamasi dengan berbagai alasan. Sebab mereka sebenarnya bukanlah warga asli Muara Angke.

            “Saya sudah puluhan tahun tinggal di Muara Angke. Jadi tahu mana warga asli dan mana  yang cuma mengaku-ngaku warga Muara Angke,” tambah Mukri.

            Para nelayan asli mengaku kesal dengan aksi para penolak reklamasi yang membawa-bawa nama warga  Muara Angke. Mereka khawatir nanti pemerintah menilai para nelayan tidak tahu berterima kasih karena selama ini sudah cukup diperhatikan.

            “Kami yakin apapun yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Tidak mungkin rencana kerja yang disusun pemerintah bertujuan untuk menyengsarakan rakyatnya termasuk nelayan Muara Angke,” tambah Mukri.

            Soal adanya tudingan reklamasi telah menyebabkan pendangkalan di muara sungai menurut Warnita tokoh nelayan lainnya  terlalu mengada-ada. Sebab dimanapun yang namanya muara sungai pasti akan mengalami pendangkalan akibat membawa lumpur dari hulu.

            ‘Yang penting bagaimana caranya kita minta agar pemerintah mau mengeruk muara itu. Janganlah karena ada kepentingan tertentu kita lantas  mencari-cari kesalahan orang lain yang tidak semestinya,” ujarnya.  

            Karena itu dia meminta kepada hakim di PTUN DKI Jakarta jangan sampai terpengaruh dengan tekanan dan opini-opini yang dibentuk pihak tertentu untuk menolak program reklamasi.

Pemerintah DKI Jakarta dalam memutuskan sesuatu tentunya telah melalui kajian yang mendalam dan meminta pendapat para ahli terkait.(**/lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama