breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Polisi Grebek Gudang Impor Beras Illegal di Jakarta Utara

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Mabes Polri , Polda Metro Jaya serta Polres Metro Jakarta Utara menggrebek 345 ton beras impor ilegal di Komplek Gudang Elang Laut, Blok B Nomor 9 dan 10, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (8/3/2016). Saat itu pula, polisi mengamankan lima orang yang diduga tersangka penyelundupan beras impor ilegal tersebut.

"Penggrebekan ini merupakan operasi pertama gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menelusuri mafia pangan. Ini atensi  Kapolri, yang mendapat informasi melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta dari berbagai pihak mengenai adanya aktivitas impor beras ilegal dan pengoplosan beras, yang bisa merugikan masyarakat," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian di lokasi penggrebekan.

Pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap pemilik beras ilegal tersebut. Namun demikian, ia mengaku telah mengantongi identitas tersangka dari keterangan lima orang yang sudah diamankan.

"Kita sudah ketahui siapa yang memiliki beras ini, anggota kami sedang melakukan pengejaran, nama PT-nya kita belum tahu. Sementara untuk pelaku inisialnya tidak bisa kita sebutkan karena akan mempersulit penyelidikan‎," ungkap Tito.

Tito menyebutkan, atas kegiatan beras selundupan itu, harga beras lokal di tingkat petani pun jatuh drastis, hingga merusak perekonomian di bidang pangan. Bahkan karung beras ilegal tersebut diberi label dan kemasan apik, seolah‎-olah dari pabrik atau perusahaan tertentu.

"Padahal tidak‎ sama sekali dan justru kualitas berasnya sangat rendah. Untuk penggrebekan awal itu sebenarnya dilakukan pada Jumat (4/3) lalu. Ketika kami menelusuri aktivitas mencurigakan sesuai informasi intelijen. Kita juga akan melakukan penelusuran terkait lokasi-lokasi penyimpanan, atau di gudang-gudang lain. Dari informasi yang kami dapatkan, pelaku melakukan impor hingga ribuan ton," paparnya.

Menurut Tito, untuk gudang di Blok B, pihaknya telah mengamankan 345 ton beras ilegal yang dikemas dalam berbagai ukuran, yakni 25 kilogram dan 50 kilogram. Sementara di Blok E1 Nomor 35 dan Blok L1 Nomor 1, masih dalam penghitungan.

"Bila beras tersebut masuk melalui jalur resmi, kepolisian akan memeriksa dokumen impor dari perusahaan tersebut yang kemungkinan dipalsukan. Sehingga bisa lolos pemeriksaan Ditjen Bea dan Cukai dan Balai Karantina Pertanian," jelasnya.

Tetapi, lanjutnya, apabila ilegal, pihaknya‎ akan menelusuri jaringan lokal di Jakarta serta akan dikembangkan hingga pemasok luar negeri.

“Untuk sementara barang bukti ini yang kita temukan baru di gudang tersebut. Namun kita akan terus kembangkan penyelidikannya. Kemungkinan masih banyak beras-beras ilegal lain yang disimpan di gudang lainnya," ujarnya.(**/ berita /foto/betaenews.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama