Ads


» » Petani Menjerit Harga Gabah Jatuh di Bawah HPP

Ngawi,BeritaRayaOnline,- Dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman  menemui para petani yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur,  di antaranya Cilacap, Banyumas, Purwokerto, Bantul, Slemen, Kebumen, Sragen dan Ngawi. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkejut ketika melakukan dialog dengan petani terungkap permasalahan yang sedang dihadapi petani yaitu harga gabah yang jatuh.

Seperti di Sleman, harga gabah pada saat dikunjungi Rp 3.400 GKP, Sragen harga gabah Rp 3.400, dan di Ngawi harga Rp 3.200 jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Menurut Sukiman, salah seorang petani petani di desa Bedora, Kecamatan Sambung Macan, Sragen, jatuhnya harga gabah karena Bulog tidak turun membeli gabah mereka.

"Bulog tidak pernah ada di sini Pak. Lagi pula Bulog juga tidak mengeluarkan harga untuk gabah kami," ujar Sukiman kepada Mentan Amran, Rabu (2/3/2016).

Di tengah dialog dengan sejumlah petani di Bedora, Mentan Amran langsung memanggil Divre Bulog yang hadir dan minta agar membeli segera gabah yang sedang dipanen petani. 

"Saya minta Bulog turun langsung beli gabah ke petani, saya minta diawasi oleh Dandim dan aparat Kepolisian. Pemerintah harus hadir buat bela petani dan beri solusi," pinta Mentan Andi Amran Sulaiman.

Saat melanjutkan perjalanan menuju Madiun, Mentan Amran kembali menghampiri petani yang sedang bekerja di Desa Kauh, Wates, Ngawi. Di lokasi ini, lagi-lagi Mentan Amran mendapat keluhan terkait harga gabah yang rendah.

Petani menyampaikan keluhan harga yang jatuh menjadi Rp 3.000 jauh dari harapan mereka. Selain mengatakan siap memperjuangkan harga gabah, Mentan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani ini.  

Berbeda dengan sejumlah petani di desa Ambarwangun, Kebumen, Jawa Tengah, yang mengecam keras Indonesia mengimpor beras. Saat berdialog, seorang petani, Mujiono menghampiri Mentan Amran.

"Desa kami punya sawah yang melimpah, bapak bisa lihat sendiri makanya saya minta supaya pemerintah tidak impor beras," kata Mujiono di hadapan Mentan Andi Amran Sulaiman, Selasa (1/3/2016).

Ucapan petani 72 tahun itu pun sontak mendapat tepuk tangan dari seluruh petani Ambarwangun yang hadir. 

Mendengar ucapan tersebut, Mentan langsung memanggil Mujiono. "Siapa yang impor Pak?" Kata Amran menghampiri petani berperawakan kurus itu.

Mujiono mengaku tahu akan rencana pemerintah yang hendak mengimpor beras usai menonton berita di salah satu stasiun televisi.

"Yang mengimpor pemerintah, Menteri Perdagangan RI, temennya bapak kan?" kata Mujiono dengan polos yang langsung mengundang gelak tawa Mentan Amran. 

Mujiono menyampaikan, jika pemerintah melakukan impor beras maka petani akan menderita, bahkan bisa 'mati'. Sebab, harga beli akan turun.  Mujiono juga mengatakan kepada Amran adanya impor rawan terjadi korupsi.

Menanggapi hal ini, Mentan Amran berjanji akan kendalikan impor beras.

"Kalau bapak mendengar ada Rp 1.000 uang negara meleset, saya mundur jadi Menteri sebab swasembada ada di tangan mereka," pungkas Amran.(**/press release humas dan informasi publik kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini