breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Banjir di Areal Persawahan Lamongan dan Bojonegoro Tak akan Pengaruhi Stok Beras di Jatim

Share This

Bojonegoro,BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kejadian bencana banjir di daerah lumbung beras seperti Kabupaten Lamongan dan  Kabupaten Bojonegoro , Provinsi Jawa Timur (Jatim) kurang lebih 2000 hektare   serta kerugian diperkirakan Rp 800 miliar tak akan mempengaruhi stok beras di Provinsi Jawa Timur khususnya dan stok beras secara nasional pada umumnya.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan BeritaRayaOnline usai mengikuti acara unjuk karya panen padi di lahan banjir tahun 2016 di Desa Tambahrejo,Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro,Provinsi Jawa Timur,  Sabtu kemarin (5/3/2016).

"Bencana banjir ini bahkan ada yang sampai puso seperti di Kabupaten Lamongan tak akan mempengaruhi stok beras di Provinsi Jawa Timur.Semuanya akan aman-aman saja," katanya kepada wartawan BeritaRayaOnline  pada acara yang juga dihadiri Bupati Bojonegoro Suyoto.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan masalah banjir di areal persawahan Kabupaten Bojonegoro sudah  dilaporkan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  untuk segera diatasi.
" Kami telah berkoordinasi dengan Menteri PUPR untuk selesaikan masalah banjir di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro dengan dana Rp 10 miliar," jelasnya.

Pada saat musim hujan awal Maret 2016 ini  posisi muara sungai Semarmendem yang berada di perbatasan Kabupaten Lamongan-Bojonegoro memang lebih rendah dari Sungai Bengawan Solo. Sehingga airyang seharusnya mengalir ke Sungai Bengawan Solo tidak bisa keluar dan justru genangi sekitar 2000 hektare lahan pertanian di wilayah Lamongan dan Bonjonegoro.

"Namun kami minta tolong ya kepada para petani di sini bila  selesai panen langsung tanam ya .Sebab tahun ini merupakan tahun basah.Kalau terjadi kekeringan aku akan sumbang  pompa, berapa bapak butuhkan,"janjinya.


Sawah Rusak Parah

Bupati Bojonegoro, Suyoto pada kesempatan tersebut melaporkan  akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo telah menggenangi 1.700 hektare areal lahan persawahan. Dari jumlah tersebut, 600 hektare yang rusak parah, untuk daerah Tambahrejo, kecamatan Kanor lah yang masih dapat selamat.

Menurut Bupati, hingga Maret ini luas lahan padi yang dipanen mencapai 21 ribu hektar, dan pada April nanti seluas 35 ribu hektar.

 "Sedangkan Mei nanti kita prediksi produksi tertinggi," jelasnya.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas dan penanganan banjir, Bupati Bojonegoro bersedia menyiapkan APBD minimal Rp 100 miliar  untuk pembangunan tanggul di Sungai Semarmendem yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro.

Mentan Andi Amran Sulaiman meng-apresiasi petani Bojonegoro yang terus berusaha meningkatkan produksinya untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena itu pihaknya akan menambah bantuan lima mesin transpalater.

Selain itu, Mentan meminta Bulog untuk menyerap semua hasil panen petani Bojonegoro, dan menaikkan harganya. "Jangan sampai sebutir gabah pun keluar dari Bojonegoro. Bulog harus menyerapnya," pesan Mentan.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan 124 unit handtraktor dan 56 unit transpalater yang bersumber dari APBN 2016. Selain itu juga menyerahkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi kepada tiga kelompok tani yang lahannya terkena bencana banjir dengan jumlah masing-masing Rp.2.880.000, Rp.4.200.000, dan Rp.1.800.000.(**/lasman simanjuntak)


Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan unjuk karya panen padi di lahan banjir tahun 2016 bertempat di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016).(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama