breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu Melalui Penyuluhan,Pelatihan,dan Pendidikan

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kita telah menyadari bahwa salah satu tantangan pembangunan pertanian adalah bagaimana mencapai pemenuhan kebutuhan komoditas unggulan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan serta peningkatan ekspor produk pertanian. Untuk itu perencanaan pembangunan pertanian ke depan harus dilandasi optimalisasi sumber daya yang sifatnya terpadu.

Demikian dikatakan oleh Surachman,Kepala Pusat Pelatihan,Pertanian,Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Menghadapi tahun 2015 – 2019 sektor pertanian masih dihadapkan pada berbagai kendala, antara lain berupa: (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian; (2) rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi; (3) makin berkurang dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian; (4) masih tingginya susut hasil (losses), dan (5) belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi.

"Ditambah lagi dengan tantangan perekonomian di era globalisasi ini yang masih sama dengan era sebelumnya, yaitu bagaimana mewujudkan subjek dari perekonomian Indonesia yaitu penduduk Indonesia menjadi sejahtera," ujarnya.

 

        Menurut Surachman , Kepala Pusat Pelatihan, Pertanian,Kementerian Pertanian, dalam menghadapi kendala dan tantangan yang ada, Presiden RI telah menetapkan pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung dan swasembada kedelai serta di tahun 2016 ditambah dengan komoditas cabai, bawang merah, tebu dan daging sapi melalui program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi dan produktivitas 7 (tujuh) komoditas.

Tertuang dalam amanah NAWACITA untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang bertujuan agar Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat yaitu: (1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Kementerian Pertanian mempunyai andil yang sangat penting dalam mewujudkan target ini.

        Untuk pencapaian keberhasilan program ini harus diikuti dengan kebijakan yang bertujuan membangun kesiapan petani agar mampu menerapkan berbagai inovasi teknologi.

Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sesuai mandatnya yaitu meningkatkan kualitas SDM Pertanian mendukung pencapaian sasaran tersebut melalui “Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadumelalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan”.

Gerakan pemberdayaan petani terpadu merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian dalam mendukung pencapaian sasaran Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi dan produktivitas 7 (tujuh) komoditas prioritas yang dirancang secara sistematis dan komprehensif dari aspek pelatihan, pendidikan dan penyuluhan yang kesemuanya bermuara pada pemberdayaan petani agar mampu menjadi pelaku utama yang handal dalam menerapkan teknologi yang terekomendasi guna meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas prioritas dalam satuan kawasan berbasis kelembagaan petani.

Selama ini petani seakan berjalan dalam kesendirian dan merasa terpinggirkan. Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menggugah kembali semangat semua pihak agar peduli dan bekerja bahu membahu dalam meningkatkan martabat petani sebagai pelaku utama mewujudkan kedaulatan pangan.

Dengan didukung oleh seluruh unsur penting yaitu penyuluh pertanian, mahasiswa dan bintara pembina desa (babinsa) diharapkan mampu menggerakkan para petani dalam mencapai keberhasilan program.

Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dilaksanakan melalui penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani baik poktan dan gapoktan, kelembagaan ekonomi petani atau badan usaha milik petani dalam bentuk koperasi pertanian yang didampingi dan dikawal oleh penyuluh secara teratur, sistematis dan berkelanjutan serta dibantu mahasiswa melalui sistem kerja latihan-kunjungan dan supervisi yang berbasis di BP3K sebagai rumah para petani untuk meningkatkan adopsi petani dalam memanfaatkan teknologi unggulan dan modern untuk peningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan petani.

Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Pendidikan, Pelatihan dan penyuluhan ini merupakan milestone atau tonggak untuk mewujudkan kembali kejayaan sektor pertanian menuju kedaulatan pangan yang tidak berhenti sampai disini saja tetapi akan terus bergulir sejalan dengan semangat gerak dan etos para petani di Indonesia.(**/press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

 


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama