breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur MMS : Kendaraan Overload Membahayakan Bagi Orang Lain

Share This

Hotel Aston,Anyer,BeritaRayaOnline,- Kendaraan dengan tonase berlebihan atau overload yang dipaksa lewat jalan tol-termasuk jalan tol Tangerang-Merak-akan membahayakan bagi orang lain karena tak memenuhi kecepatan minimal 60 kilometer yang berlaku disemua jalan tol.

Demikian dikatakan oleh Wiwiek D Santoso, Presiden Direktur PT.Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak pada acara  media gathering bertemakan "Meet & Greet Journalist 2016" di Hotel Aston Anyer,Serang, Banten, Kamis malam (11/2/2016).

"Paling sedih  bila terjadi tabrakan dari belakang.Karena kendaraan overload jalannya pelan, ngek...ngek...ngek...lalu ditabrak kendaraan dari belakang.Selain itu jalan saya juga cepat rusak," tegasnya.

Dijelaskan lagi oleh Wiwiek D Santoso,  uji coba atau pasang alat timbangan (Weight In Motion/WIM) di gerbang tol Cilegon dengan nilai investasi Rp 2-Rp 3 miliar.

"Memang baru satu dipasang, kami coba dulu.Kendaraan lewat situ tak sadar dia sedang ditimbang.Bila ditimbang ternyata kendaraan overload yang keluar adalah tiket tol khusus untuk segera keluar di gerbang tol terdekat.Bila kendaraan overload tersebut masih tetap 'bandel' dijatuhkan sanksi dua kali tarif tol," ujarnya.

Rencananya untuk tahun 2016 ini akan dipasang alat timbang  (Weight In Motion/WIM) di gerbang tol Balaraja dan Serang Barat pada jalan tol Tangerang-Merak sebanyak dua buah dengan investasi Rp 6 miliar ( satu alat timbang WIM nilainya Rp 2-3 miliar).

"Tujuan kami sebenarnya edukasi bagi pemilik kendaraan .Bahkan Kementerian Perhubungan sudah keluarkan izin pemasangan timbangan .Dulu kami memang hanya pasang aja alat ini,tetapi sekarang sudah ada peraturan dari Kementerian Perhubungan.Alhamdulilah dengan dipasang alat timbang ini trend-nya sudah turun," jelasnya seraya menambahkan untuk tahun 2015 lalu pihaknya belum membawa data trend penurunan tersebut.

Pada kata sambutannya pada acara media gathering bertemakan  "Meet &Greet Journalist 2016" yang berlangsung Kamis (11/2/2016) sampai Jumat (12/2/2016) Wiwiek D Santoso , Presiden Direktur PT.MMS menegaskan pengguna jalan tol harus mengetahui dengan baik apa yang kami (PT.MMS-red) rencanakan.

"Misalnya, penggunaan gardu tol otomatis tidak bisa dimanfaatkan dengan baik kalau pengguna jalan tol tidak ter-sosialisasi dengan baik.Ada gerbang tol otomatis macet karena kurang sosialisasi," katanya.

"Perlu merubah kebiasaan .Bahkan saat ini ada beberapa kendaraan berat  memakai e-Toll Card.Sekali lagi saya katakan perlu ada perubahan kebiasaan atau perubahan prilaku,tidak semudah membalik telapak tangan,"katanya lagi.(lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama