breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
PT Marga Mandalasakti Tahun 2016: Tahun Produktivitas dan Inovasi

Share This

Presiden Direktur PT.Marga Mandalasakti (MMS), Wiwiek D Santoso  sedang memberikan kata sambutan pada acara  media gathering "Meet & Greet Journalist 2016" di Hotel Aston, Anyer, Serang, Banten, Kamis malam (11/2/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Anyer-Banten , BeritaRayaOnline,- PT Marga Mandalasakti (MMS) sebagai perusahaan pengusahaan jalan tol Tangerang-Merak terus berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan utamanya pengguna jalan. Pada tahun 2016, MMS menjadikan tahun 'Monyet' Api sebagai tahun produktivitas dan inovasi agar MMS terus berinovasi untuk memberi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
 
Tema "Produktivitas dan Inovasi" dipilih karena pada saat kondisi perekonomian regional dan nasional bahkan global yang masih belum membaik, maka produktivitas mutlak harus ditingkatkan karena semua sumber daya yang ada harus menghasilkan output optimal.

 Sementara itu inovasi yang sudah menjadi tema sejak tahun 2015 merupakan nafas bagi organisasi karena inovasi harus terus didorong sehingga tercapai proses kerja yang lebih efisien dan efektif dan terlebih manfaat bagi pengguna jalan. Karenanya inovasi harus menjadi budaya MMS.
 
Salah satu strategi yang mendorong inovasi adalah blue print sistem pengumpulan  tol yang dibuat untuk sistem transaksi di  jalan tol Tangerang-Merak, secara bertahap akan diperkenalkan sistem transaksi otomatis sehingga suatu saat nanti dapat diterapkan  Free Flow System atau sistem transaksi tanpa kendaraan harus berhenti. Sejak tahun 2014, tahap pertama dimulai dengan penambahan 7 Gardu Tol Otomatis (GTO) di gerbang Cikupa 5, Cilegon Timur 1 dan Serang Timur 1.
Di tahun 2016 ini, MMS berencana menambah jumlah unit GTO di Balaraja Barat dan Cikupa masing-masing 3 unit. Untuk GTO exit e-toll+ akan ditempatkan pada gerbang Merak, gerbang off ramp Cikupa dan Serang Timur. 
“Tahapan ini merupakan tahapan antara sebelum free flow system karena sebuah sistem yang menyangkut pengguna jalan perlu sosialisasi dan perubahan kebiasaan pengguna jalan,kata Presiden Direktur MMS Wiwiek D Santoso, Kamis (11/02/2016).
 
Selain GTO, MMS juga berencana menambah jumlah Weight In Motion (WIM) seperti yang sejak tahun 2014  dipasang di Cilegon Barat dan berfungsi untuk mengetahui berat total kendaraan dan muatannya dan secara otomatis akan mengidentifikasi kendaraan yang kelebihan muatan atau overload. Apabila kendaraan kelebihan muatan, secara otomatis akan mendapat ticket overload dan harus keluar di gerbang terdekat.
 
Penertiban terhadap kendaraan overload menjadi perhatian MMS karena umumnya kendaraan-kendaraan ini tidak dapat mencapai kecepatan minimum di jalan tol sehingga menghambat dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Juga daya rusak terhadap jalan sangat tinggi,” imbuh Wiwiek.

Selain dua rencana kerja tadi, MMS juga akan menyelesaikan  renovasi gerbang Tol Cilegon Barat dan Balaraja Timur serta penambahan lajur transaksi Gerbang Tol Serang Barat dan Ciujung. Juga penyelesaian pembangunan kantor Gerbang Merak, Cilegon Timur, Serang Barat, Serang Timur, Ciujung, dan Balaraja Barat.

Penambahan lajur Off Ramp Cikupa dari 2 lajur menjadi 3 lajur transaksi dan revitalisasi akses tahap II di Balaraja Barat, Serang Timur, Ciujung dan Merak  akan dilakukan pada 2016.

Pemasangan Warning Lamp, Variable Messages Sign (VMS), Kamera Pantau Lalu Lintas, Pemasangan Penerangan Jalan Umum juga ditambahkan di beberapa lokasi dalam upaya preventif untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Pemasangan VMS Mobile pada seluruh kendaraan Unit Pelayanan Lalu lintas merupakan upaya MMS untuk dapat memberikan informasi akurat dan cepat kepada pengguna jalan. 

Semua inovasi dan penambahan fasilitas yang dilakukan MMS dimaksudkan untuk memberikan kelancaran, rasa aman dan  nyaman bagi pengguna jalan tol Tangerang-Merak.
 
Sementara itu Corporate Social Responsibility tetap fokus pada bidang pendidikan dasar dan Lingkungan. Keenam SD Binaan MMS di Kecamatan Cikande sudah menorehkan berbagai prestasi dan diharapkan sudah dapat mandiri setelah didampingi selama 3 tahun.(press release/lasman simanjuntak)
 
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama