breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
PIBC : Stop Operasi Pasar Bulog

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Stock beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) per 17 Februari 2016 sebesar 53.145 ton melonjak 138% dibandingkan periode Februari 2015. 

Pada saat baru berakhirnya musim paceklik Januari 2016 ini juga malah terjadi penumpukan stock beras di enam pasar sentra beras di DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.

Fakta melimpahnya beras ini  telah menjadi “anomali pasar” yang layak mendapat perhatian. Mestinya para pakar dan pengamat jangan tiarap ,tetapi untuk turun ke lapangan dan menelaah fenomena yang menarik ini.  

Pihak aparat hukum juga turun tangan bila ada sinyalemen terhadap permainan stock dan harga beras di pasar. 

Sekedar untuk diingat bahwa pada saat Oktober-Desember 2015, dalam rangka antisipasi dampak El-Nino, sebagian besar pihak menyatakan akan tejadi kekurangan beras dan perlu impor untuk Cadangan Beras Nasional. 

Pada saat kondisi sulit waktu itu, BPS pun dianggap tidak mampu menyajikan data secara valid. Namun sekarang apa yang terjadi?

Fakta sekarang menunjukkan bahwa data BPS memang benar adanya.  Data BPS ARAM-II 2015 menyatakan produksi gabah 74,9 juta ton GKG itu lebih dari cukup untuk kebutuhan konsumsi.

Buktinya saat paceklik inipun, masih banyak stock beras dan banjir di pasaran. Dengan demikian diyakini ada juga stock yang ada di produsen, di penggilingan, dan konsumen serta di Bulog.  Ada yang aneh dalam tata niaga beras ini?

Sehubungan dengan melonjaknya stock beras di PIBC, maka harga beras medium kini jatuh, Ketua DPD Perpadi Jakarta, Haji Nellys Soekidi, SE MM dan Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Haji Zulkifl meminta secara resmi kepada Kepala Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta untuk menyetop Operasi Beras yang dilakukan Bulog terhitung sejak 18 Februari 2016.

Nellys lebih lanjut menyatakan  Minggu IV Februari 2016 sudah memasuki musim panen dan Maret-April 2016 merupakan puncak panen raya dan diperikirakan siap membanjiri seluruh sentra pasar di Indonesia. 

"Silahkan yang berminat, sekarang datang ke sini ribuan ton beras tersedia dengan harga beras Rp 7.200-.7.500/kg," Nellys. 

"Operasi Pasar beras Bulog yang telah dilaksanakan sejak 27 November 2015 hingga kini, atas kerjasama Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, selama ini berjalan lancar," pungkas Nellys.

Informasi detail mengenai harga dan stock pasar beras di PIBC dapat diakses melalui  HYPERLINK "http://www.foodstationjayakarta.com" www.foodstationjayakarta.com. 

Harga beras yang sudah rendah ini jangan sampai turun lagi. Memasuki panen raya ini bila harga beras turun lagi, maka berdampak pada harga gabah dan petani menderita rugi.  Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk turun tangan melakukan upaya stabilisasi harga gabah dan beras saat panen raya ini. 

Untuk diketahui saat ini sudah memasuki musim panen dan puncaknya akan terjadi bulan Maret-April 2016.  Panen padi bulan Februari 2016 diprediksi 5,0 juta ton GKG setara 3,1 juta ton beras lebih dari cukup untuk kebutuhan konsumsi beras penduduk 2,6 juta ton/bulan.  

"Bahkan pada Maret 2016 akan panen raya 12,6 juta ton GKG setara 7,9 juta ton beras, demikian juga April panen di atas 12,0  juta ton GKG," ujar Suwandi, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementan.(**/press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)
-o0o-
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama