Ads


» » » Mentan : Manfaatkan Setetes Air dan Sejengkal Tanah Dalam Gerakan Tanam Cepat Padi

Air Sugihan Oki,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman minta kepada seluruh petani di Indonesia untuk melakukan Gerakan Tanam Cepat Padi.

"Manfaatkan setetes air dan sejengkal tanah dalam Gerakan Tanam Cepat Padi ini.Apakah para petani di sini sanggup.Kalau sanggup saya berikan benih gratis untuk 14 ribu hektar, dan akan saya berikan dalam waktu dekat ini.Bahkan kalau petani sanggup tanam padi 20 ribu hektar saya juga akan berikan gratis benih untuk 20  ribu hektar,"janji Mentan saat memberikan kata sambutan usai melakukan panen raya dan tanam perdana IP 200 padi rawa pasang surut di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Air Sugihan,Kabupaten Ogan Komering Ilir ,Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (4/2/2016).

Hadir pada kesempatan tersebut Pangdam II Sriwijaya May.Jend (TNI) Purwadi dan Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar.

Pada pembukaan sambutannya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung mengingatkan pupuk tak boleh terlambat.

"Bila pupuk tidak segera turun, biasanya sih pejabatnya yang diturunkan," ujar Mentan yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah para petani dan undangan yang hadir dalam panen raya tersebut.

Mentan-mengaku empat hari ini telah kunker ke 3 provinsi dengan pesawat Helikopter-tanam cepat 16 ribu hektar,panen langsung tanam."Sanggup tanam cepat.Dandim, petani,sanggup kan.Saya beri benih gratis 14 ribu hektar,"ujarnya.

Andi Amran Sulaiman berpesan dalam rangka menuju pertanian moderen ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya para petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Pertama, produktivitas masih rendah yaitu 4 ton GKG/Ha, dengan diberikan  benih maka produktivitas  bisa ditingkatkan menjadi 7-8 ton.

"Ini petani yang cerdas,produksi bisa dua kali lipat.Setuju?" tanya Mentan dan langsung disambut petani dengan nada suara serentak :"Setujuuu....".

Kedua, biasanya petani tanam satu kali per enam bulan.Sekarang dirubah menjadi dua kali tanam."Kan bisa merokok sambil tanam padi," selanya.

"Yang banyak pengamat.Bahkan ada pengamat sarjana agama, tetapi berkomentar mengenai pertanian.Mati kita.Guru besar ekonomi,urus aja dulu ekonominya sendiri, jangan ngurus soal pertanian.Jangan seperti nonton sepak bola.Mari kita kerja di bidang kita masing-masing," tegasnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman disela-sela kata sambutannya menyinggung tentang perjalanannya ke Blitar Jawa Timur.

"Ada demo di Blitar yang minta Mentan supaya diturunkan.Ini demo bagus berarti mereka masih sayang kepada Mentan .Mungkin mereka lihat saya telah capek kerja.Dengan pesawat Heli saya mendarat di Blitar.Langsung saya telepon direksi Bulog.Pak siapkan jagung di Blitar ya sebelum saya sampai di sana.Lalu kami berikan 100 ton sampai 200 ton.50 persen turunkan harga.Rp 4 ribu/kg, jangan beli jagung di Bulog di atas Rp 4 ribu/kg.Sekarang harga jagung Rp 3600/kg," ucapnya.

Sementara itu Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar dalam sambutannya mengatakan ucapan terima kasih kepada  Mentan mau berkunjung ke daerah terpencil ini. Mentan datang untuk membawa motivasi, dan datang untuk membawa perubahan.

"Kebiasaan tanam petani di Ogan Komering Ilir memang harus diubah. Bukan lagi melaksanakan reformasi pertanian, melainkan revolusi pertanian khususnya dengan menggunakan alat mesin pertanian moderen," ucapnya.

Bupati Iskandar mengatakan lagi Kabupaten Ogan Komering Ilir siap mendukung swasembada pangan nasional.

 " 12,9 % naik produksi tahun anggaran 2014/2015. Insya Allah produksi naik 24 % untuk tahun 2016 ini. Jadi tiap tahun produksi bisa naik sebesar 10 %.Masyarakat tani di sini untuk tahun 2016 kita rangsang kebiasaan lama hanya menunggu air surut atau adanya ketersediaan air baru tanam, sekarang dengan sistem pompanisasi, kebiasaan lama bisa dihilangkan. Semoga tahun ini Kabupaten Ogan Komering Ilir bisa menjadi  tiga besar produksi beras nasional untuk mendukung swasembada pangan," janjinya.

Dalam dialog dengan para petani -bahkan Mentan sempat memanggil seorang petani wanita dengan memberikan hadiah sebuah hand traktor- seorang petani bernama Sari Djokusnan dari Desa Sukamulya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten  Ogan Komering Ilir, mengaku sejak tahun 1982 jadi transmigrasi di lokasi ini, baru pertama kali seorang menteri berkunjung ke desa ini yaitu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Tahun 1982 saya jadi transmigran di sini, dan baru Mentan yang datang kemari. Selama ini saya hanya lihat wajah bapak di televisi, tetapi sekarang bisa melihat langsung.  Saya bahagia sekali hari ini bisa bertemu langsung Menteri Pertanian.Desa Bandar Jaya hari ini panen raya, tetapi desa saya yaitu Desa Sukamulya jeblok atau puso.Namun, kami tetap mendukung Gerakan Tanam Cepat Padi dengan dua kali tanam, dan  kami sangat tak setuju ada impor beras masuk ke Indonesia," ceritanya, dan langsung disambut Mentan dengan memberikan benih gratis 900 Ha serta satu unit alsintan combine harvester.

"Beli beras dari luar negeri enggak usah diungkit-ungkit, itu luka lama.Kadis pertanian tolong masukkan asuransi untuk para petani di sini. Bahkan seluruh Indonesia para petani akan memperoleh asuransi pertanian. Namun, pesan saya hati-hati memilih asuransi ya, jangan seperti asuransi kecelakaan diri. TNI juga makin dicintai. Rakyat petani tepuk tangan untuk TNI yang telah berkarya tanpa pamrih," ujar Mentan.

Petani lainnya bernama Suyanto dari Desa Bandar Jaya mengaku sangat men-support Gerakan Tanam  Cepat Padi. Namun, ia mempertanyakan kenapa izin-izin perusahaan masuk ke sini.

Oleh Mentan Andi Amran Sulaiman dijawab dengan bijak," Saya dibisikkan PT.Sinar Mas (telunjuknya mengarah ke salah seorang tamu yang hadir-red)  akan tanam jagung di sini. Saya akan beri benih jagung gratis, sudah, jangan ribut ya.Pokoknya saya janji akan memberikan 50 ribu benih jagung gratis."

 Lokasi  panen raya dan tanam perdana IP 200 padi rawa pasang surut  di  Desa Bandar Jaya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Hamparan sawah pasang surut yang ada seluas 1300 ha,varietas Ciherang, serta  produktivitas 6 ton GKP/ha atau 4 ton GKG/ha.

Sedangkan bantuan pusat Alsintan untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2016 ini terdiri dari hand traktor roda dua (38 unit), hand traktor roda empat (2 unit), combine harvester ( 1 unit).Bantuan saprodi u/tan padi puso/APBN-P 2015 seluas 6.355 ha atau Rp 6,9 miliar (16 poktan) sudah masuk ke rekening poktan (lasman simanjuntak)


Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang mengemudikan combane harvester pada acara panen raya  dan tanam perdana IP 200 padi rawa pasang surut sekaligus memberikan bantuan Alsintan  di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (4/2/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini