Ads


» » » Mentan : Kami Siapkan Kantor untuk Satgas dari KPK di Gedung Kementan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi komoditas strategis pangan.

“Untuk wujudkan hal tersebut, kami sudah menyiapkan kantor untuk KPK di Gedung Kementerian Pertanian, agar satuan tugas (Satgas) dari KPK bisa berkantor disini,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan)  Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Ia menjelaskan bahwa nantinya satgas tersebut akan langsung berhubungan dengan pimpinan KPK untuk menginformasikan berbagai hal tentang laporan pangan di Kementerian Pertanian.

“Dengan adanya hal seperti ini, kita berharap agar KPK bisa merubah Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Raharjo selaku Ketua KPK mengatakan, pihaknya akan mengawasi penuh seluruh komoditas strategis pangan di Kementerian Pertanian.

“Pengawasannya tersebut mulai dari produksi pangan hingga kebijakan untuk ekspor dan impornya,” tegas Agus.

Agus menyampaikan, melalui kerjasama dengan Kementerian Pertanian dan KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha) bisa berbagi informasi dan data untuk merencanakan langkah yang bagus untuk mengawasi dalam sektor pangan.

“Sektor lain seperti sumber daya manusia dan infrastruktur yang dibawah naungan Kementan juga akan kami awasi,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan di bidang pangan yang membuat negara menjadi merugi, Agus juga menyampaikan kepada seluruh pejabat agar menghindari beberapa upaya agar mendapatkan keuntungan dari suatu kebijakan atau proyek.

“Para pejabat harus menghindari upaya-upaya tersebut, bekerjalah dengan baik agar tidak membuat suatu hal yang membuat negara merugi dan merugikan dirinya sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang pejabat Kementerian Pertanian RI sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan sarana budidaya mendukung pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Direktorat Jenderal Hortikultura, Tahun Anggaran 2013.

“Ketiganya adalah HI (Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian periode 2010–2015), EM (Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2013) dan SUT (Swasta),” ungkap Yuyuk Andriati Iskak, Jubir KPK di kantornya, Jakarta, Selasa (9/2/2016).(citraindonesia.com/press release humas kementan/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini