breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Kedatangan Kapal Ternak Sapi Camara Nusantara I Targetkan Harga Daging Sapi Turun Rp 85 Ribu/Kg

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang melihat langsung kondisi sapi-sapi yang berasal dari Kupang, NTT, diangkut KM Camara Nusantara I yang bersandar dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 9 Februari 2016. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Pelabuhan Tanjung Priok, BeritaRayaOnline,-Kapal Ternak Camara Nusantara I kembali beroperasi untuk ketiga kalinya di Februari 2016 dengan mengangkut 500 sapi-sapi lokal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan kedatangan sapi-sapi ini, pemerintah menargetkan harga daging sapi turun menjadi Rp 85 ribu per kilogram.

Kapal ternak bersandar di Dermaga 107 Terminal Penumpang Nusantara II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sapi tersebut akan dipasarkan tiga perusahaan milik pemerintah yakni PD Dharma Jaya, ‎PT Berdikari (Persero), dan Perum Bulog.

Kedatangan sapi ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Dirinya menegaskan, meski pengoperasian kapal ternak lancar, stabilisasi harga daging sapi tidak bisa dilakukan dengan instan karena melibatkan berbagai sektor.

“Ini agenda jangka panjang, bukan hari ini masuk harga (daging) sapi langsung bisa turun, yang penting kita memulai dulu,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (9/2/2016).


Sebanyak 500 ekor sapi yang didatangkan Kementerian Pertanian tersebut terdiri dari 300 ekor sapi Bali yang diangkut dari Pelabuhan Tenau (Kabupaten Kupang, NTT) dan 200 ekor sapi Sumba Ongole yang diangkut dari Pelabuhan Waingapu‎ (Kabupaten Sumba Timur, NTT).

Keberadaan kapal ternak, lanjut dia, memiliki agenda besar mengubah struktur pasar. Selain itu ia juga berguna memperpendek rantai pasok dan mempersingkat distribusi. Kapal ternak menurut Amran sekaligus menegaskan sapi lokal mampu memenuhi kebutuhan daging sapi nasional.

Sapi asal NTB dan NTT ini akan datang dua kali dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan sapi di Pulau Jawa‎. Nantinya, pemerintah tidak hanya mengandalkan pasokan sapi dari NTT dan NTB, namun bisa juga dari Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Mentan optimistis harga daging sapi akan menurun secara bertahap mengingat biaya transportasi untuk satu ekor sapi dari yang tadinya Rp 1,8 juta menjadi Rp 320.000. Efisiensi juga merambah aspek waktu angkut di mana kapal ternak mempercepat waktu angkut hanya 3-5 hari saja dari biasanya 1,5-2 bulan.

“Sehingga harga daging di Jakarta bisa turun hingga Rp 85.000 per kilogram (kg) rata-rata di seluruh pasar di Jabodetabek. Di tingkat petani juga bisa terangkat dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg,” jelas Mentan Amran.

Sebagai informasi, harga daging sapi per 8 Februari 2016 tercatat Rp 127.857 per kilogram. Hal serupa terjadi untuk daging sapi murni yakni tercatat Rp 119.285 per kilogram. Pemerintah berpendapat, harga daging sapi paha belakang dianggap normal jika harganya di bawah Rp 100 ribu.(pertaniantoday.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama