breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Dr.Ir.Agung Herdriadi Ka.Biro Humas dan IP Kementan: Komunikasi Dijalin dengan Pers Lebik Baik Lagi !.

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,- " Ke depan kita lebih bangun sinergi.Bahkan komunikasi dijalin dengan pers akan lebih baik lagi," ujar Dr.Ir.Agung Herdriadi, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik (IP) Kementerian Pertanian dalam pertemuan 'silaturahmi' dengan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di ruang press room Kementerian Pertanian di Jakarta,Jumat siang (19/2/2016).

"Bila sampai saat ini masih ada segala sesuatu yang kurang harmonis atau kurang sinkron terutama antara Wartawan dan Humas di lingkungan Kementerian Pertanian, mari sama-sama kita perbaiki," ajaknya saat berdialog dengan para wartawan yang sehari-harinya meliput di lingkungan Kementerian Pertanian.

Pria baya yang telah mengabdi bertahun-tahun sebagai "perekayasa" di lingkungan para peneliti Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) ini pada pembukaan pertemuan dengan wartawan bercerita sempat 'mengeluh' kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Saya tanya Mentan..Pak Menteri saya ini kan lama jadi perekayasa yang mengurus 7000 peneliti...kok tiba-tiba ditugaskan menjadi Kepala Biro Humas dan Informasi Publik.Saya enggak bisa laksanakan ini.Namun,  karena ini merupakan amanah saya harus tetap laksanakan.Saya tetap memerlukan arahan harian.Apalagi baru satu hari dilantik ada seorang wartawan langsung bertanya strategi apa yang akan bapak lakukan sebagai Kepala Biro Humas.Nah lho, saya sendiri bingung menjawabnya," katanya sambil tertawa.

Jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1986 ini-melanjutkan S2 dan S3 mekanisasi pertanian  di Bangkok Thailand- mengatakan lagi pertama,akan lebih menggalakkan lagi program-program Kementerian Pertanian.

"Dasarnya harus fakta atau faktual dan bukan propaganda. Semisal, seharusnya sekarang musim paceklik, tetapi beras justru melimpah dan harganya tetap stabil. Jangan, istilahnya 'ondo'. Contohnya lagi beras kita dibandingkan tahun 2015 lalu, sekarang produksinya jauh lebih besar, bahkan dua kali lipat. Harga beras tinggi, tetapi survey di tujuh pasar induk, harga masih terkendali.," ujarnya.

Dilanjutkannya lagi kedua, program-program Kementerian Pertanian harus kita genjot. Kita juga  analisis pendapat umum.

"Kenapa, karena dulu saya peneliti. Analisis secara sistimatis, Ke depan kita lebih banyak membangun sinergi, dan komunikasi dijalin dengan pers lebih baik lagi," selanya.

Dr.Ir.Agung Herdriadi juga menyinggung apa yang dikatakan oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Bakohumas beberapa waktu lalu yakni kita harus  berani beri informasi. Bila kita bicara tentang beras, kita juga harus berbicara bagaimana itu distribusi beras.

"Saya yakin apa yang diharapkan Pak Menteri Pertanian . Bisa analisis suatu berita yakni model pemberitaan yang lebih fokus dan komprehensif.Sampai tahun 2019 kita akan tetap fokus selain Pajale (padi, jagung, kedele), ada juga karet, kopi, sawit, dan kakao. Fokus pada 11 komoditas ini. Kalau bicara tentang beras, jangan hanya produksinya saja, tetapi juga distribusinya," ucapnya.

Pada kesempatan bertanya jawab dengan para wartawan, Dr.Ir.Agung Herdriadi, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian mengaku siap dikritik.

"Kritik kita terima. Namun, kritik yang membangun ya, jangan sampai menjatuhkan seseorang. Apalagi Forwatan 'home-nya' adalah Kementerian Pertanian. Pokoknya ada orang yang menyerang, kita harus tetap responsif," katanya. (lasman simanjuntak) 

Teks Foto : Kepala Biro Humas dan Informasi Publik (IP) Kementerian Pertanian Dr.Ir.Agung Herdriadi saat bersilaturahmi dengan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) di ruang press room Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat siang (19/2/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama