breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Tingkatkan Produksi Kementan Ubah Pertanian Konvensional Ke Moderen Dengan Menaikkan Anggaran 100%

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian sejak dari dulu hingga memasuki era keterbukaan selalu tidak terlepas dari kritik. Wajar ada kŕitik karena menyangkut hajat hidup banyak orang (250 jutaan).

Sebagian pengamat mempertanyakan program yàng telah dilakukan oleh Kementan. Sejak Mentan, Amran Sulaiman dilantik 20 Oktober 2014 langsung tancap gas menjalankan kebijakan, dimulai dari: 1). Refocusing anggaran 4.1 T yang diambil dari dana seremonial dan perjalanan dinas dialihkan membeli dibeli  65 ribu alsintan dan perbaikan irigasi, 2). Kebijakan bantuan diberikan diluar lokasi existing, 3). Pendampingan secara masif dari penyuluh, TNI, KTNA, Mahasiswa, dll 4). Pemantauan secara harian/mingguan 5). Reward dan punishment 6) merevisi kebijakan sehingga mempercepat program.

Sejak awal  2015 telah mengantisipasi dini terhadap kekeringan secara masif diantaranya penyaluran pompa dan alsintan lain, rehabilitasi embung, long-storage, rehab jaringan irigasi, hujan buatan dan lainnya. Gerakan inilah yang  telah membawa peningkatan produksi.

Suwandi, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian mengatakan bahwa berkat program-program tersebut telah menunjukkan adanya peningkatan  kinerja tahun 2015. 

Berbagai kebijakan 2015 telah terbukti dan terlihat hasilnya di lapangan. Pengadaan dengan pola Penunjukan Langsung berdampak penyaluran benih dan pupuk tepat waktu/musim. Kebijakan bantuan benih tidak di lokasi existing akan berdampak pada luas tambah tanam, perbaikan irigasi berdampak meningkatkan Indek Pertanaman, Alsintan mempercepat olah tanam, waktu tanam, panen dan pasca panen, efisiensi biaya dan mengurangi lossis. Pola tanam jajar legowo dan benih unggul meningkatkan produktivitas.

Dengan demikian pada tahun 2016 optimis produksi padi lebih tinggi dari 2015 berkat program nyata dari Pemerintah, lanjut Suwandi.  Bahkan prospek 2016 akan tertinggi dari produksi selama ini. Kita harus optimis, karena optimis itu memberikan spirit dan doa untuk bekerja keras dan berbuat sesuatu yang lebih baik.

Kerja keras semua pihak dalam meningkatkan produksi tahun 2015 pun sudah terbukti.  Dengan kondisi El-nino 2015 yang lebih kuat dibandingkan tahun 1997, para petani mampu meningkatkan produksi 74,99 juta ton GKG naik 5,85% dibandingkan tahun 2014 (data BPS Angka Ramalan-II 2015). Bila dibandingkan kekeringan tahun 1997 Indonesia mengimpor beras 1998 sebesar 7,1 juta ton untuk memenuhi konsumsi pangan, maka tahun 2015 penduduk belum mengonsumi beras medium dari impor.

Jadi dengan kenaikan anggaran 100 %, tahun 2014 anggaran kementan 16 T dan 2015 naik menjadi 32 T, menurut Suwàndi digunakan untuk menstransformasi pertanian dari pola konvensional kè  pertànian modern, memang perlu pembenahan dan anggaran yang besar.

"Merubah kebiasaan bertani konvensional yang digeluti 70 tahun kè modern, inilah tahun 2015 sebagai tonggak bangkitnya modernisasi pertanian," ujar Suwandi.(press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama