breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Produksi Melimpah Beras Impor 'Ngumpet' di Gudang

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Hingga saat ini 900 ribu ton beras impor masih di Gudang Bulog (Sumber: Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, 20 Januari 2016). Kondisi ini membuktikan bahwa impor beras yang dilakukan Pemerintah benar-benar hanya sebagai cadangan nasional saja.  Hingga hari ini penduduk Indonesia belum mengkonsumsi beras impor.  Kebutuhan konsumsi beras penduduk sebesar 2,6 juta ton per bulan cukup dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Terkait impor beras, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Dr.Suwandi menyampaikan bahwa menurut data BPS pada 2 November 2015 me-release Angka Ramalan-II (ARAM-II) 2015 produksi padi 74,99 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 5,84% dari produksi tahun 2014. 

 Dengan produksi gabah tersebut diperoleh beras setara 43,61 juta ton yang berarti surplus untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan sekitar 33,35 juta ton beras nasional.  Surplus beras sebesar 10,25 juta ton saat ini berada tersebar di produsen, penggilingan, pedagang, industri, rumah makan, restoran, konsumen dan di Bulog. 

Ketersediaan beras dalam negeri saat ini melimpah.  Hal ini berkat kerja keras pemerintah dalam melakukan antisipasi terhadap El-Nino 2015 yang lebih berat dibandingkan dengan El-Nino tahun 1997.  Pada saat El-Nino 1997, Indonesia mengimpor beras total 7,1 juta ton untuk memenuhi konsumsi 202 juta penduduk, sedangkan pada tahun 2015 dengan penduduk 252 juta jiwa belum mengonsumsi beras impor.  

Untuk diketahui pada tahun 2015 Indonesia bahkan telah mengekspor beras kelas khusus/organik 148 ton (sumber BPS, realisasi s/d November 2015).

Selanjutnya kondisi ketersediaan beras Januari-Maret 2016 dipastikan melimpah mengingat pada bulan Februari 2016 akan dipanen 5 juta ton gabah setara 3,1 juta ton beras dan pada Maret 2016 akan dipanen 12,56 juta ton gabah setara 7,9 juta ton beras, sedangkan konsumsi beras penduduk hanya 2,6 juta ton per bulan.(***/press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama