Ads


» » » Perkembangan Bisnis Properti Diyakini Tak Hambat Pencetakan Sawah

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Perkembangan bisnis properti diyakinkan tak menjadi penghambat program pencetakan sawah seluas 200 ribu hektare (ha) menjadi prioritas Kementerian Pertanian tahun ini.
Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman mencontohkan, hingga hari ini sudah banyak lahan yang siap dibuka untuk area persawahan di Sumatera.

“Sekarang sudah banyak juga yang siap diolah untuk 100 ribu ha, sampai hari ini, ini baru satu minggu nih,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman usai kunjungan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Menteri Pertanian Andy Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andy Amran Sulaiman

Mentan Amran sendiri belum dapat mengungkapkan daerah mana saja yang sudah siap. Yang pasti, pemerintah memprioritaskan daerah yang belum mampu memproduksi beras sendiri.

“Tetapi prioritasnya adalah daerah-daerah yang kekurangan beras, yang biasanya mengambil beras dari daerah lain, karena beban angkutan adalah bebannya konsumen,” jelasnya.

Mentan Amran optimistis program pencetakan sawah dapat dituntaskan sebelum 2016 berakhir. “Kendala diselesaikan dengan optimisme dan kemauan,” pungkas Amran.

Jumlah ini, menurut Mentan Amran, jauh meningkat jika dibandingkan 2015 yang jumlah pengadaan sawah hanya sekitar 23.000 ha atau tidak lebih dari 10 persen pengadaan tahun ini.

Dengan menambah pengadaan 200.000 ha sawah baru ini, lanjut Mentan Amran, pihaknya mengharapkan jumlah produksi di tahun ini juga meningkat. “Kalau ke depan bisa berproduksi baik, satu kali panen bisa sampai 1 juta (ton). Dua kali ya jadi 2 juta (ton). Bisa meningkatkan produksi,” ujar Mentan Amran.

Penambahan sawah ini akan dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. “Seluas 200.000 hektar itu untuk di Aceh, Papua dan di beberapa tempat lain,” sebut Mentan Andi Amran Sulaiman. (www.pertaniantoday.com/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini