breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan Tak Ingin Terjadi Kelangkaan Pupuk dan Benih Sepanjang 2016

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan tidak ingin terjadi kelangkaan pupuk dan benih sepanjang tahun 2016, seperti yang sering dikeluhkan para petani di berbagai daerah sepanjang tahun lalu.

 “Saya tidak ingin ada keluhan lagi dari Aceh dan daerah lain, yang menyatakan pupuk langka. Bisa dijamin, kan, pak direktur?” tanya Mentan Andi Amran Sulaiman kepada Direktur PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan PT Sang Hyang Sri (SHS) dalam sambutan di acara Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2016 di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Amran menyebutkan keterlambatan penyaluran pupuk dan bibit akan menghambat proses tanam yang pada gilirannya akan mempengaruhi panen bahan pangan.

Dia kembali menegaskan bahwa dengan adanya el nino, seharusnya Indonesia mengimpor beras sekitar 9-10 juta ton.

“Estimasi kita impor beras 9 sampai 10 juta ton. Tapi berkat kerja keras semua pihak, sepanjang tahun 2015 kita tidak melakukan impor beras,” katanya.

Adanya beras impor dari Vietnam dan Thailand, Amran menegaskan, itu hanya dipakai sebagai cadangan.

“Ibarat pemain sepakbola, ada pemain inti dan ada pemain cadangan. Kalau pemain inti bisa terus bermain, maka cadangan tidak dipakai,” katanya.

“Sepanjang 2015 tidak ada masyarakat Indonesia makan beras impor,” tandasnya sambil menambahkan, padahal dampak el nino sepanjang 2015 jauh lebih dahsyat dibanding el nino tahun 1998.

Memasuki tahun 2016, Amran mengakui ada beberapa komoditi yang memang harus diimpor, namun dirinya menegaskan bahwa impor pangan bukanlah warisan yang harus selalu dijalankan.
“Kita jangan selalu mewariskan impor pangan kepada generasi penerus kita, meskipun el nino tahun 2015 besar,” ucapnya.

Dia menyatakan kepuasannya terhadap komoditas strategis yang di tahun 2015 mengalami peningkatan produksi panen, meskipun beberapa di antaranya mengalami kenaikan harga. Komoditas strategis yang mengalami peningkatan produksi adalah padi, jagung dan kedelai.

 “Alhamdulillah, 2015 yang lalu saya bersyukur karena menunjukkan hasil yang memuaskan. Karena semua komoditas strategis, produksinya meningkat,” sambungnya.

“El nino tahun lalu hebat. Tapi sampai detik ini dari tahun lalu, kita belum makan beras impor. Memang ada impor, tapi hal itu hanya untuk cadangan saja. Karena beras dalam negeri kita mencu-kupi, jadi tidak perlu makan beras impor,” tegasnya. (suara karya/lasman simanjuntak)
Foto : Humas Kementerian Pertanian RI 
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama