Ads


» » » Mentan Kebut di Hari Pertama Kerja , Tanda Tangan Kontrak Rp 34,6 Triliun

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Memasuki hari pertama kerja, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman langsung "tancap gas" dengan melakukan tandatangan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2016 di lingkungan Kementerian Pertanian. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian dan dihadiri pejabat dari KPK, Kepolisian RI, Kejaksaan RI, LKPP, Aster Kasad, serta instansi terkait. 

Penandatangan kontrak ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran TA 2016, nilai kontrak pengadaan barang dan jasa dengan mitra pihak ketiga di Kantor Pusat Kementerian Pertanian sebesar Rp 34.656.272.522.000 (Tiga Puluh Empat Trilyun Enam Ratus Lima Puluh Enam Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Lima Ratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah).

Meliputi pupuk bersubsidi dengan PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) senilai Rp 30.063.198.000.000; pencetakan Sawah dengan Zeni Kodam senilai Rp 1.540.000.000.000 dan dengan Zeni TNI AD senilai Rp 1.760.000.000.000; benih bersubsidi dengan PT. Pertani senilai Rp 404.452.300.000 dan dengan PT. SHS senilai Rp 404.452.300.000; alsintan prapanen dengan 6 perusahaan sebanyak 11 kontrak senilai Rp 360.000.000.000; alsintan pasca panen padi dengan Kubota senilai Rp 8.320.000.000; asuransi Pertanian dengan PT. Jasindo senilai Rp 114 milyar.




Selanjutnya  fasilitasi keamanan kantor & lingkungan Ditjen Horti senilai Rp.  723.735.000 dengan PT. SIMS Services; pemeliharaan gedung Ditjen Horti senilai Rp. 637.587.000 dengan PT. Tataruang Dinamika; obat, vitamin, mineral sapi donor dan calon donor, mineral untuk sapi resipien dan calon bibit dengan CV. Karya Inayah Selaras senilai Rp 308.600.000;  dan hijauan pakan ternak dengan Kelompok Ternak Sukabumi senilai 180.000.000.

Disamping pengadaan barang tersebut di atas, beberapa barang/jasa pengadaannya dilaksanakan sesuai Perpres 172 Tahun 2014 melalui penunjukan langsung dan menggunakan e-Katalog sehingga bisa langsung ditetapkan.

Pada Januari 2016 bantuan pemerintah di lingkungan Kementerian Pertanian diharapkan sudah bisa didistribusi kepada penerima manfaat, yaitu kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Penandatanganan ini dihadiri lebih dari 300 mitra pihak ketiga yang terdiri dari unsur pimpinan dan jajaran PT. PIHC, Zeni Kodam dan Zeni TNI AD, PT. Pertani, PT Sang Hyang Seri (SHS), Kubota, PT. Jasindo dll.

Kementerian pertanian juga telah melakukan refocusing anggaran terhadap kegiatan-kegiatan yang dipandang kurang efektif dan selanjutnya digunakan untuk meningkatkan program dan kegiatan komoditas strategis padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai dan bawang merah dalam rangka percepatan swasembada dan peningkatan produksi dan produktivitas.
Lebih lanjut Menteri Pertanian mengatakan secara umum bantuan pemerintah pada TA 2016 lebih banyak dibanding TA 2015.  Bantuan alsintan pada TA 2016 sebanyak 100 ribu unit lebih banyak dibanding TA 2015 sebanyak 80 ribu unit yang terdiri dari alsintan prapanen (traktor, rice transplanter, pompa air, dll) dan alsin pasca panen (combine harvester, power thresser, dryer, corn sheler, dll). 

 Pada TA 2016 dialokasikan pencetakan sawah baru seluas 200.600 ha jauh lebih luas dibanding TA 2015 yang hanya 23.000 ha. 
Mengantisipasi el nino Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran  untuk pembangunan embung, dam parit, long storage, sumur tanah dangkal dan sumber-sumber air lainnya sebanyak 3.500 unit senilai Rp. 350 miliar.
Sedangkan dalam rangka percepatan peningkatan populasi dan produksi daging, sebagian anggaran hasil refocusing digunakan untuk menambah indukan sapi sebanyak 15.000 ekor senilai Rp. 450 miliar. Dengan demikian jumlah total indukan sapi pada tahun 2016 dialokasikan sebanyak 50.000 ekor senilai Rp. 1,5 triliun.
Sehubungan dengan program Upaya Khusus (UPSUS) Percepatan Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai, pengadaan barang dan jasa TA 2016 difokuskan untuk mendukung UPSUS tersebut.  

Dalam rangka percepatan dan perluasan tanam, penyediaan alsintan pra panen seperti traktor, pompa air dan rice transplanter serta infrastruktur sumber-sumber air sangat penting dan strategis. Untuk peningkatan kualitas produksi padi, jagung dan kedelai dan mengurangi kehilangan hasil (losses), pengadaan dan penyediaan serta distribusi alsintan pasca panen sangat penting. 

Rehab jaringan irigasi tersier yang telah dilaksanakan pada areal seluas 2,4 juta ha dan alsintan yang telah didistribusi pada tahun 2015 menjadi investasi penting dalam mendukung penyediaan air dan peningkatan produksi pada musim tanam MH 2015/2016 dan MK I dan II 2016.  Pencetakan sawah baru seluas 200.600 ha pada tahun 2016 akan memberikan peluang perluasan areal dan peningkatan produksi yang cukup signifikan. 
Megakhiri arahannya Menteri Pertanian, mengharapkan dengan dilakukannya kontrak lebih awal, pupuk dan benih bersubsidi diharapkan dapat disediakan dan didistribusikan tepat waktu dan jumlah, sehingga realisasi penyerapan pupuk dan benih bersubsidi dapat ditingkatkan.(siaran pers humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)
Foto-foto : Humas Kementerian Pertanian RI 

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini