breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan : Kalau Lelang Terlambat ,Maka Jabatan akan Langsung Dilelang

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menyaksikan penandatanganan  kontrak pengadaan barang dan jasa Kementerian Pertanian senilai lebih dari Rp 34 triliun dan dihadiri lebih dari 300 mitra ketiga yakni PT.PIHC, Zeni Kodam, Zeni TNI AD, PT.Pertani, PT.Sang Hyang Seri, Kubota, Jasindo, dan masih banyak lagi ,langsung "diserbu" wartawan untuk door stop di Jakarta, Senin pagi (4/1/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan langsung penandatanganan kontrak  Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kementerian Pertanian senilai Rp 34 triliun lebih atau tepatnya Rp 34.656.272.522.000 bertempat di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di  Pasar Minggu, Ragunan, Jakarta,Senin pagi (4/1/2016).

Dalam kata sambutannya antara lain Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan kalau lelang terlambat, maka jabatannya juga akan langsung dilelang.

"Minggu ini saja untuk pejabat eselon II ada sembilan orang yang diganti berdasarkan hasil lelang.Saya senang dengan slogan TNI yakni sedikit ,tetapi mematikan," tegasnya.

Pada kesempatan itu Mentan juga menyatakan rasa senangnya karena semua bisa berjalan dengan baik."Kerjasama bapak dan ibu telah memberikan support untuk terus meningkatkan produksi pertanian guna mencapai swasembada pangan," katanya.

Penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa dengan mitra ketiga di Kantor Pusat Kementerian Pertanian senilai Rp 34.656.272.522.000 meliputi pupuk bersubsidi dengan PT.Pupuk Indonesia Holding Company  (PIHC) senilai Rp 30.063.198.000.000,-.Pencetakan sawah dengan Zeni Kodam senilai Rp 1.540.000.000.000 dan dengan Zeni TNI AD senilai Rp 1.760.000.000.000. Benih bersubsidi dengann PT.Pertani Rp 404.452.300.000 dan dengan PT.SHS Rp 404.452.300.000.

Selanjutnya  Alsintan prapanen dengan 6 perusahaan sebanyak 11 kontrak senilai Rp 360.000.000.000,-.Alsintan pasca panen padi dengan Kubota senilai Rp 8.320.000.000.Asuransi pertanian dengan PT.Jasindo senilai Rp 114 miliar.

"Ini asuransi penting khususnya bagi para petani," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman yang langsung bersalaman erat dengan pihak asuransi dari PT.Jasindo saat penandatanganan kontrak tersebut.

Penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa tersebut juga meliputi fasilitasi keamanan kantor dan lingkungan Ditjen Horti Kementan senilai Rp 723.735.000 dengan PT.SIMS Servise. Pemeliharaan gedung Ditjen Horti senilai Rp 637.587.000 dengan PT.Tataruang Dinamika. Obat, vitamin, mineral sapi donor dan calon donor, mineral untuk sapi resipien dan calon bibit dengan CV.Karya Inayah Selaras senilai Rp 308.600.000, dan hijauan pakan ternak dengan kelompok ternak Sukabumi senilai Rp 180.000.000.

"Pada Januari 2016 bantuan pemerintah di lingkungan Kementerian Pertanian diharapkan sudah bisa didistribusi kepada penerima manfaat seperti kelompok tani atau Poktan dan gabungan kelompok tani atau Gapoktan," ujarnya. (lasman simanjuntak)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama