breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan Andi Amran Sulaiman : Tata Niaga Bawang Merah dari 8 Titik akan Dipotong Jadi 4 Titik

Share This


(Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Kementerian Pertanian akan melakukan strategi dengan memotong mata rantai tata niaga bawang merah dari 8 titik menjadi 4 titik.

"Supply chain, Insya Allah Bulog yang akan beli dan Kementerian Pertanian akan men-support, " kata Mentan kepada wartawan  usai melakukan rapat bersama di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2016).

Dijelaskanya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,  dari 8 titik dipotong menjadi 3-4 titik yaitu mulai dari petani, Bulog, ke pasar dan akhirnya ke konsumen."Ini solusinya, termasuk daging," katanya. 

Sebelum melakukan rapat bersama tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkesempatan berdialog dengan petani bawang bernama Wasirudin (46 tahun) yang berasal dari  Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Saat ini bawang merah  di Indonesia cukup dan harga stabil, produksi juga banyak. Bahkan  kualitas bawang merah sudah bagus. Jangan impor bawang. Siapa bilang petani minta impor bawang. Sekali lagi saya katakan, petani tidak mau impor bawang masuk ke Indonesia," tegasnya di depan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berpesan kepada petani bawang merah agar tetap menjaga produksi."Kemarin pengusaha minta harga Rp 50 ribu per kg dan Rp 30 ribu per kg. Lalu disepakati Rp 21 ribu per kg. Namun setelah kami berikan 700 ton, pembelinya tak muncul. Ini sebentar lagi kita mau rapat. Saya mau cek langsung dimana keberadaan bawang termasuk keberadaan jagung," kilahnya. (lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama