breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Menkes Lantik 57 Pejabat Eselon II Kemenkes

Share This

Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila Juwita Moeloek (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kamis (7/1/2016) Menteri Kesehatan RI, Prof. DR dr. Nila Juwita Moeloek, Sp.M (K) lantik 57 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Kementerian Kesehatan di Kantor Kemenkes, Jakarta.
 
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut proses penataan organisasi di lingkungan Kemenkes, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Kesehatan yang baru.  

Selain itu penataan atau restrukturisasi organisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas organisasi berdasarkan hasil evaluasi tugas dan fungsi satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Para pejabat yang dilantik di lingkungan  Sekretariat Jenderal adalah: (1) Slamet sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran; (2) Wiwik Widarti sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; (3) Barlian sebagai Kepala Biro Hukum dan Organisasi; (4) Murti Utami sebagai Kepala Biro Kepegawaian; (5) Budi Dhewajani sebagai Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri; (6) Embry Netty  sebagai Kepala Biro Umum; (7) Pattiselanno Roberth Johan sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi; (8) Donald Pardede sebagai  Kepala  Pusat  Pembiayaan  dan Jaminan Kesehatan; (9) Achmad Yurianto sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan; dan (10) Muchtaruddin Mansyur sebagai Kepala Pusat Kesehatan Haji;

Selanjutnya di Inspektorat Jenderal, Menkes melantik: (1) SR Mustikowati sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal; (2) Heru Arnowo Inspektur I; (3) Wiyono Budihardjo sebagai Inspektur II; (4) Rahmaniar Brahim sebagai Inspektur III; dan (5) Wayan Rai Suarthana  sebagai Inspektur IV;

Di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Menkes lantik: (1) Agus Hadian Rahim sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan; (2) Gita Maya Koemara sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Primer; (3) Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko sebagai Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan; (4) Meinarwati sebagai Direktur    Pelayanan    Kesehatan Tradisional;

Sementara dalam Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Menkes mengangkat: (1) Kuwat Sri Hudoyo sebagai  Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat; (2) Kartini Rustandi sebagai sebagai Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga; (3) Doddy Izwardy sebagai Direktur Gizi Masyarakat; (4) Imran Agus Nurali sebagai sebagai Direktur Kesehatan Lingkungan; (5) H.R Dedi Kuswenda  sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan: (1) Agusdini Banun Saptaningsih sebagai sebagai   Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan; (2) Engko Sosialine Magdalene sebagai  Direktur  Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan; (3) Bayu Teja Muliawan sebagai Direktur Pelayanan Kefarmasian; (4) R. Dettie Yuliati sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian; (5) Arianti Anaya sebagai Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga; (6) Sodikin Sadek sebagai Direktur Pengawasan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga;

Selanjutnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pejabat yang dilantik yaitu: (1) Desak Made Wismarini sebagai  Sekretaris  Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; (2) Elizabeth Jane Soepardi sebagai Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan; (3) Wiendra Waworuntu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung; (4) R Vensya Sitohang  sebagai  Direktur  Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik; (5) Lily Sriwahyuni Sulistyowati sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular; (6) Fidiansjah Direktur  Pencegahan  dan  Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA;

Pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pejabat yang dilantik ialah: (1) Ria Soekarno sebagai Sekretaris  Badan  Penelitian  dan Pengembangan Kesehatan; (2) Pretty Multihartina sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, (3) Agus Suprapto  sebagai   Kepala   Pusat   Penelitian   dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat; (4) Dede Anwar Mursadad sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan;

Dan yang terakhir pada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Menkes melantik: (1) Kirana Pritasari sebagai Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan; (2) Asjikin Iman Hidayat Dachlan sebagai  Kepala  Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan; (3) Achmad Soebagjo Tancarino sebagai Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan; (4) Suhardjono sebagai Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan; (5) Suhartati sebagai Kepala  Pusat  Peningkatan  Mutu  SDM Kesehatan.

Kepada para pejabat yang dilantik, Menkes menekankan agar membangun kesinambungan antara kebijakan dan program lintas sektor dalam upaya pembangunan kesehatan yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur.
“Untuk itu, langkah pertama seringkali tidak hanya tersulit, namun juga terpenting” tandas Menkes.
Selanjutnya para pejabat yang baru dilantik diminta untuk menandatangani Pakta Integritas dihadapan pimpinan unit utama masing – masing.

Pakta Integritas diharapkan mampu mempercepat upaya mewujudkan  birokrasi yang bersih dan baik, sehingga mendapatkan kepercayaan publik setinggi-tingginya. Namun perlu disadari pula bahwa Pakta Integritas hanya merupakan salah satu alat (tool) dalam upaya mewujudkan jalannya pemerintahan yang baik dan bersih.(***/siaran pers puskom publik kementerian kesehatan/lasman simanjuntak)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama