breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Menkes : Ini Menunjukkan Belum Efektifnya Sistem Rujukan !

Share This


Jakarta,BeritaRayaOnline,-Proporsi pembayaran biaya manfaat tahun 2015 (diestimasikan) 20,05 % pada fasilitas kesehatan tingkat primer 2015 atau sebesar Rp 8.291.241, 79,95 % pada fasilitas kesehatan rawat tingkat lanjut atau sebesar Rp 33.066.554.

Gambaran pelayanan pada RJTL rumah sakit memperlihatkan kasus RJTL terbanyak dilayani pada RS kelas B (42%), sedangkan kasus RJTL tersedikit dilayani di RS kelas D (10%).

Sementara itu jlh RS terbanyak justru RS kelas D (37%) diikuti RS kelas C (43%) dan RS kelas B (17%).Kasus RJTL terbanyak (42%) justru dilayani pada RS kelas B juga jlhnya hanya 17 %.

"Ini menunjukkan belum efektifnya sistem rujukan," kata Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek pada jumpa pers awal tahun mengenai rencana kinerja tahun 2016 di Jakarta, Selasa siang (5/1/2016).

Gambaran pelayanan pada RITL rumahh sakit memperlihatkan kasus RITL terbanyak dilayani pada RS kelas C (41%), sedangkan kasus tersedikit dilayani di RS kelas A (8%). Sementara itu RITL pada RS kelas Dadalah paling rendah (16%). Kasus RITL terbanyak (42%) justru dilayani pada RS kelas B.

"Menunjukkan belum efektifnya sistem rujukan," katanya lagi.

Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek perubahan beban penyakit, pada 1990 penyakit menular menjadi penyebab kematian dan kesakitan terbesar.

"Sejak tahun 2010 PTM menjadi penyebab terbesar kematian dan kecacatan. Tanpa upaya kuat tren peningkatan PTM ke depan masih terjadi," ujarnya.

Perkembangan kepesertaan berjalan cepat meski belum terjadi bauran resiko yang baik sejalan dengan meningkatnya peserta PBPU, tetapi masih kurangnya akselerasi PPU.

Menkes mengatakan pengobatan memerlukan biaya tinggi. Pada 2014, 10 kasus penyakit rawat inap (pasien JKN total) yaitu pencernaan (Rp 774,276 miliar ), persalinan (Rp 644,207 miliar ), infeksi dan parasit (Rp 448,816 miliar), jantung (Rp448,342 miliar ), pernapasan (Rp 401,059 miliar), stroke (Rp 327,132 miliar), reproduksi wanita (Rp 320,777 miliar) ginjal & kemih (Rp274,469 miliar), muskuloskeletal (Rp 265,645 miliar), dan THMT (Rp1173,936 miliar).

10 besar biaya klaim penyakit rawat inap tahun 2014 yakni jantung ( Rp 503,4 miliar), pencernaan ( Rp 318,8 miliar),, pernafasan (Rp 2,396.7 miliar), persalinan (Rp 2,341.5 miliar), muskuloskeletal (Rp 1,919.4 miliar), stroke (Rp 1,535.5 miliar), ginjal dan kemih (Rp 1,509.2 miliar), infeksi (Rp 1,440.9 miliar), reproduksi (Rp 1,214.7 miliar), dan kulit (Rp 934,7 miliar).

Menurut Menkes faktor resiko perilaku penyebab terjadinya PTM yang harus diperbaiki yaitu  26,1 % penduduk kurang aktivitas fisik, 33,3% penduduk usia lebih dari 15 tahun yang merokok, perempuan usia lebih dari 10 tahun (1,9 %), 93,5 % penduduk lebih dari 10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur, dan 4,6% penduduk lebih dari 10 tahun minum minuman beralkohol.(lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama