Ads


» » » Menkes : 2016 Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Jumpa Pers Awal Tahun : Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek melakukan jumpa pers awal tahun di Jakarta, Selasa (5/1/2015) mengenai capaian kinerja Kementerian Kesehatan tahun 2015 dan  rencana kinerja tahun 2016. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-" Tahun 2016 kami   akan 'gol'-kan target program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Misalnya, jika seorang anak berobat ke puskesmas karena menderita penyakit TBC, apa kita tidak lihat keluarganya.Kita dekati keluarganya yaitu bapak atau ibunya, apa juga telah kena penyakit TBC, " ujar Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek dalam jumpa pers awal tahun  mengenai capaian kinerja 2015 dan  rencana kinerja 2016 di Kantor Pusat Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa siang (5/1/2016).

Menkes menjelaskan  tantangan pembangunan kesehatan yaitu pencapaian MDGs &SDGs 2015 (angka kesakitan, angka kematian, dan angka kemiskinan), serta implementasi JKN (akses pelayanan, pelayanan yang terstruktur, dan pelayanan yang efisien & efektif) untuk mencapai derajat kesehatan rakyat yang setinggi-tingginya.

Menyinggung mengenai tantangan bidang kesehatan, dijelaskan untuk eksternal yakni MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), mobilisasi populasi global burden of disease. Sedangkan internal yakni jumlah penduduk, luas wilayah, infrastruktur, dan SDM.

"Mengenai MEA 2015 kita memiliki  kompetensi dokter. Di wilayah Asean apakah semua kompetensi dokter sama.Misalnya ,apa Singapura sama dengan Myanmar.Indonesia besar sekali. Mereka tertarik, tetapi kita harus berhati-hati. Harmonisasi dan kompetensi sampai saat ini belum ada kesepakatan.Pokoknya kompetensi dulu kita samakan. kalau kita bisa bertahan deh," katanya.

Lebih jauh soal MEA ini, Menkes Prof.Nila F Moeloek mengatakan lagi kita sedang samakan
 standar kurikulumnya baik dokter, dokter gigi, dan perawat. Khusus untuk SDM kesehatan belum terjadi pertukaran-pertukaran,masih proses persamaan harmonisasi

Capaian Kinerja 2015

Pada jumpa pers awal tahun  tersebut Menteri kesehatan Prof.Nila F Moeloek mengatakan pada 4 Mei 2015, Presiden Joko Widodo melepas peserta Nusantara Sehat ((NS) angkatan pertama di Istana Merdeka Jakarta. Angkatan pertama NS berjumlah 142 orang terdiri dari 11 dokter, 20 bidan, 20 perawat, 20 tenaga kesehatan masyarakat, 20 tenaga gizi, 20 tenaga kesehatan lingkungan, 16 tenaga analis kesehatan, dan 15 tenaga kefarmasian.

 Angkatan kedua Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menkes melepas peserta NS yang berjumlah 553 orang nakes pada 6 Desember 2015, mereka akan ditempatkan di 100 Puskesmas di 14 provinsi dari Aceh hingga Papua.


Peserta NS dibagi dalam 20 tim untuk bertugas di 20 puskesmas yang menyebar di 9 provinsi dan 19 kabupaten mulai dari Kabupaten Simeuleu Cut di Provinsi Aceh hingga Kabupaten Boven Digoel di Provinsi Papua. Kesembilan provinsi tersebut adalah Aceh, Bengkulu, NTT, Kalbar, Kaltim, Kaltara, Sulut, Maluku, dan Papua.


"Untuk pelayanan haji  sebagai penanda kondisi status kesehatan jemaah haji yang disematkan kepada tiap jemaah pada pergelangan tangan sebagai alat deteksi untuk pengendalian faktor resiko kesehatan bagi jemaah haji. Warna gelang terdiri dari merah, usia lebih kurang 60 tahun memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan pengawasan. Kuning usia lebih kurang 59 tahun memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan pengawasan.Hijau usia kurang lebih 60 tahun tanpa penyakit tertentu yang membutuhkan pengawasan, serta Putih tanpa penandaan usia kurang lebih 59 tahun memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan pengawasan," ujarnya.

Sejak kloter terakhir pulang tanggal 24 Oktober ditambah masa inkubasi14-21 hari tidak ada jamaah haji yang tertular MERS-Cov. Hal ini menunjukkan kerjasama yang baik antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan..

Tentang capaian kinerja 2015 untuk peningkatan pelayanan kesehatan, Menkes mengatakan RS di bawah Kemenkes yang sudah mencapai akreditasi internasional  yaknik RSUP dr.Cipto Mangunkusumo , Jakarta, RSUP Sanglah Denpasar, RSUP Fatmawati  (2013). RSUP dr.Sarjito Yogjakarta , RSUP.dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar yang terakreditasi internasional JCI sebagai akademic Medical Center, dan RSAD Gatot Subroto (2014). RSUP.dr.Kariadi Semarang terakreditasi internasional JCI sebagai akademic medical center. (2015).

Fasilitas kesehatan tingkat rujukan yaitu pembangunan RS Pratama dengan bantuan APBN 12 RS,pembangunan RS Pratama APBN tugas pembantuan (APBN-TP)10 RS, peningkatan rumah sakit kelas A tahun 2015, 3 RS (RSUP Prof.WZ Kandou Manado, dan RS Pusat Otak Nasional Jakarta maupun RS Santosa Bandung.

Dokter layanan primer memiliki ciri the five stars doctor yaitu care provider, decision-maker, communicator, community leader, manager.Diharapkan DLP dapat menyelesaikan 80-90% permasalahan kesehatan di layanan primer.

"Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat atau Gema Cermat untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kepedulian, keterampilan masyarakat tentang penggunaan obat secara tepat, serta meningkatkan penyebaran informasi dan edukasi yang memadai bagi masyarakat. Pada 12 November 2015  Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau GeMa CerMat yang dilakukan secara bersama dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait," kata Menkes.

Penelitian Kesehatan 

Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek pada kesempatan jumpa pers awal tahun juga menjelaskan mengenai riset tanaman obat & jamu (Ristoja).Riset khusus eksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin & tumbuhan obat berbasis komunitas. Tujuannya menyediakan data base tentang tumbuhan obat dan ramuan (jamu).

"Tahun 2015 dilaksanakan di 100 lokasi pengamatan di 24 provinsi dan tersebar di 96 etnis. Riset dilakukan bersama lembaga penelitian sejumlah perguruan tinggi," ucapnya.

Studi Diet Total (SDT), mampu memberikan potret kecukupan asupan gizi penduduk Indonesia baik terkait kecukupan energi, karbohidrat, protein, dan gizi mikro, maupun tingkat keterpaparan penduduk terhadap zat kimia berbahaya yang berasal dari makanan.Tahun 2015 diselenggarakan penelitian Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM)yang merupakan bagian dari SDT. Cemaran kimia makanan yang diperiksa  mencakup residu pestisida, logam berat, mikotoksin, dan bahan tambahan pangan.


Parade doktor terdiri dari 12 peneliti Badan Litbangkes, 15 dosen Poltekkes dan 1 doktor dari Pusdiklat Aparatur, menyebarkan hasil penelitian disertasi doktor peneliti kepada seluruh unit Kemenkes, pengambil kebijakan, pemegang program kesehatan, pemda, media/jurnalis, pemangku kepentingan, lembaga profesi dan masyarakat.

Riset khusus vektor & reservoir penyakit (Rikhus Vektora) salah satu upaya meningkatkan sistem pengendalian penyakit tular vektor & reservoir. Pelaksanaan dilakukan berkesinambunganselama tiga tahun di sejumlah kabupaten/kota Indonesia pada periode 2015-2017. Pada 2015, pengumpulan data dilakukan di 34 provinsi, terdiri atas 102 kabupaten/kota. Lokasi penelitian difokuskan pada ekosistem hutan, non hutan, dan pantai. Meneliti sampel darah dan spesimen 119.311 nyamuk, 1.155 tikus, dan 1.279 kelelawar.

Terakhir tentang capaian kinerja 2015, Menteri Kesehatan Prof.Nila F Moeloek menjelaskan mengenai program  internsip dokter Indonesia dirancang untuk memantapkan mutu profesi dokter dan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan secara terintegrasi, komprehensif, mandiri.

"Para dokter diharapkan makin mahir dan bisa menyelaraskan antara hasil pendidikan dan praktik lapangan dan wajib dilakukan oleh dokter selama 1 tahun dengan penempatan 8 bulan di RS dan 4 bulan di Puskesmas," jelasnya.(lasman simanjuntak)



eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini