breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Kementan Siapkan Kebijakan Effektif Jaga Harga pangan Tetap Stabil

Share This

Ini Langkah Efektif Kementan Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Ini Langkah Efektif Kementan Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Perkiraan naiknya harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya sudah menjadi masalah rutin dari tahun ke tahun, misalnya harga beras, cabai, dan lainnya. Tetapi Kementerian Pertanian (Kemetan) telah menyiapkan kebijakan yang efektif untuk menjaga agar harga pangan tetap stabil.

“Memantau daerah-daerah produksi dan di bulan Februari ini misalnya ada produksi kurang lebih 1 juta hektar, berarti 6 juta ton; melakukan operasi pasar bulan ini sekitar 150 ribu ton beras; dan mempercepat tanam,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada para wartawan usai meninjau operasi pasar beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu (6/1/2016).

Kemudian, lanjut Mentan Amran, infrastruktur telah berhasil dibangun sekitar 2,6 juta hektar yang sudah selesai optimalnya di 2016. Lalu posisi alat mesin pertanian (alsintan) yang telah dikirim sebagai bantuan kepada para petani sebanyak 80 ribu unit sudah berada di lapangan semua. Bahkan tahun ini (2016), katanya, akan ditambah jadi 100 ribu unit.

“Selain itu, kita memperbaiki regulasi yang menghambat percepatan pangan atau swasembeda pangan, rantai pasoknya kita potong dari 8 menjadi 4, dan yang terakhir kita control di ujungnya atau di tata niaganya bagaimana keadaan stok seperti di Pasar Induk Beras Cipinang yang telah kita pantau tadi ada 38 ribu ton beras, tahun lalu naik 15 persen. Artinya tidak mengkhawatirkan,” ujar Mentan Andi  Amran Sulaiman  yang didampingi Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring, Direktur Komersial Perum Bulog Fadzri Sentosa, Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia Nelly Soekidi.

Dengan naiknya beras masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang, terang Mentan Amran, menunjukkan petani Indonesia cepat berproduksi selain karena harga wajar. Dimana yang sangat dibutuhkan petani sesungguhnya adalah harga yang wajar.

“Tahu nggak saat ini, karena ada kerjasama yang baik ada kenaikan harga gabah seribu rupiah per kilogram. Artinya Rp 1 juta per ton. Kalau 70 juta ton, berarti Rp 70 triliun dinikmati petani. Petani harus kita kuatkan, jagung juga demikian. Jadi, kita tahan harga yang wajar di tingkat yang wajar,” ujar Mentan Amran.

Tetapi sebaliknya yang selalu terjadi, pemerintah selalu memberikan bantuan khususnya ke pertanian dengan subsidi Rp 125 triliun.

“Katakanlah kabupaten, provinsi, pusat 200 atau 300 triliun dibantu tiap tahun, petani gratis nih. Setelah dibantu, mereka berproduksi, panen puncak langsung jatuh dibawah harga pokok produksi atau break event point (BEP). Begitu jatuh, ini tidak berdaya. Dari segi social, anak dari petani tersebut, katakanlah sudah duduk di bangku SMP atau SMA melihat bapak ibunya nangis karena rugi yang kemudian tidak akan melanjutkan pertanian. Selanjutnya yang terjadi generasi muda enggan kembali ke sector pertanian karena dia melihat ada kerugian dan tidak menguntungkan. Namun karena ada kebijakan pemerintah untuk mengendalikan impor sesuai kebutuhan dalam negeri, maka harga akan dapat terjaga dengan wajar,” jelas Mentan Amran.

Anehnya, tambah Mentan Amran, suatu ketika ada seseorang yang memberitahukan kepadanya agar berhati-hati sebelum Natal dan tahun baru yang katanya harga akan melonjak naik.

“Begitu lewat dan harga terjaga serta stok pangan aman, dibilang lagi sama saya, pak, mungkin tahun depan yang akan terjadi kenaikan harga pangan. Saya bilang, hari raya selalu datang tiap tahun. Walau demikian, sesuai dengan arahan bapak presiden kita tetap selalu menjaga produksi dan menjaga kestabilan harga, itu arahan bapak presiden,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman. (betaenews.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama