breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Karantina Pertanian Surabaya Gagalkan Pemasukan Buah Ilegal

Share This

Surabaya,BeritaRayaOnline,-Sebagai upaua menjalankan amanah UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta melakukan pengawasan pangan segar asal tumbuhan, Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menahan 4 kontainer buah dari luar negeri (Korea dan China) yang tidak sesuai dengan dokumen yang dilaporkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Hal ini diketahui pada saat dilakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik oleh petugas karantina tumbuhan terhadap kiriman buah-buahan tersebut, ternyata berbeda antara jenis buah yang tercantum dalam dokumen karantina (phytosanitary certifacate), dengan jenis buah yang ada dalam kontainer.

Adapun data tersebut sebagai berikut :
1. Pemasukan buah pear 1 kontainer berasal dari Korea Selatan :
Dalam dokumen phytosanitary certificate tertulis pear (pyrus comunis) sejumlah 1.775 karton (12.842.500 kg), namun hasil pemeriksaan fisik, terdapat 5 jenis masing-masing :
a.Pear : 1.335 karton
b.Apel : 360 karton
c. Kurma Merah : 5 karton
d. Kimchi : 89 karton
e. Hazel Nut : 4 karton
2. Pemasukan buah pear 3 kontainer berasal dari China.

Dalam dokumen phytosanitary certificate tertulis pear (pyrus comunis) sejumlah 7.200 karton (51.840 kg) namun hasil pemeriksaan fisik terdapat 3 jenis yaitu :
a. Pear : 1.394 karton
b. Jeruk Ponkam : 5.214 keranjang
c. Jeruk Honry Murcot : 1.157 karton.

Berdasarkan ketentuan Pasal 5 UU No. 16/1992 bahwa setiap media pembawa (buah-buahan) yang dimasukan ke dalam wilayah negara RI wajib dilengkapi surat kesehatan tumbuhan (phytosanitary certificate) dari negara asal. Dengan demikian kedua pemasukan buag diataa tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terhadap pelanggaran pemasukan buah ini dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 31 UU No. 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan agar penegakan hukum dapat berjalan dengan optimal,.Karantina Pertanian Surabaya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
(press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

(narasumber :
Dr. Arifin Tasrif- Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan - Badan Karantina Pertanian dan
Humas Karantina Pertanian
MM Eddy Purnomo)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama