breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Harga Pangan Naik Akibat Dampak Iklim Berikut Solusinya

Share This

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kenaikan harga pangan pokok rutin terjadi setiap menjelang perayaan hari keagamaan dan pada saat memasuki penghujung tahun. Moment ini sering beberapa pakar dan media menjadikan moment ini sebagai ajang mengkritik dan memberi masukan membangun bagi pemerintah.

 Diantara pendapat pakar ini yang menyudutkan pemerintah serta membuat gaduh dengan isu-isu yang tidak konstruktif dan seolah-olah pemerintah tidak hadir dalam urusan pangan bagi masyarakat teapi ada juga yang sifatnya membangun disertai beberapa solusi.

Selama bulan Desember 2015 harga pangan seperti: beras medium, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras mengalami kenaikan.

 Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan (29 Desember 2015) bahwa terjadi kenaikan harga pangan yaitu 1,22% (beras medium), 2,68% (daging sapi), 8,85% (daging ayam ras), dan 13,45% (telor ayam ras) dibandingkan harga bulan sebelumnya (29 November 2015).
Fakta menunjukkan kenaikan harga kebutuhan beras medium berkisar Rp. 11.000 – Rp. 14.000/kg terutama terjadi di daerah bukan sentra akibat minimnya stok pangan dan kondisi aksesibilitasnya, sedangkan di pulau Jawa harga beras medium di bawah Rp. 9.500/kg.  Untuk harga daging sapi Rp 110.000-114.000/kg, daging ayam ras Rp 33.500-37.000/kg dan telur ayam ras Rp 25.000-30.000/kg. 
 
Memperhatikan kejadian bencana kebakaran hutan dan kabut asap, kekeringan serta wilayah utara katulistiwa terjadi banjir pada bulan Agustus – Oktober 2015 menjadi salah satu sebab terganggunya produksi dan distribusi pangan. Pada beberapa daerah juga terkena dampak perubahan iklim dari musim kemarau ke musim penghujan yakni tingginya gelombang air laut di perairan diseluruh Indonesia sehingga terganggu sistem distribusi (supply) pangan ke daerah bukan sentra pangan.
Berkenaan dengan rencana penurunan bahan bakar minyak (premium dan solar) yang akan berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016 diperkirakan akan berdampak terhadap penurunan harga kebutuhan pokok pangan sekitar 5-10% dari biaya transportasi. Namun demikian penurunan harga BBM ini tidak akan berdampak terhadap stabilitas harga pangan.  Pemerintah telah berupaya mengatur kelancaran distribusi pangan pokok ke beberapa daerah yang disparitas harga naik tinggi.(siaran pers humas kementerian pertanian/Lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama