Ads


» » » Hardi Simamora, Direktur Rumah Swadaya : Warga Penerima BSPS Sampai Ada yang Menangis !

Hardi Simamora, Direktur Rumah Swadaya, Ditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR sedang memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2015 di Jakarta, Jumat siang (29/1/2016). Selama tahun 2015  Ditjen Penyediaan Perumahan berhasil 'membedah' 82.245 unit rumah dengan total anggaran Rp 1,116 triliun. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-"Mereka (warga penerima program BSPS-red) sampai ada yang menangis , terharu. Mereka bahkan bilang sejak Indonesia merdeka baru kali ini menerima bantuan langsung dari pemerintah," ujar Hardi Simamora, Direktur Rumah Swadaya, Ditjen Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR kepada wartawan di Jakarta, Jumat siang (29/1/2016) saat menjelaskan mengenai kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2015.

Dengan bantuan dari pemerintah Rp 10 juta s/d Rp 15 juta untuk 'bedah rumah'  warga penerima BSPS sangat senang dan bersemangat untuk memperbaiki rumahnya. Malahan untuk tenaga tukang, baik suami, isteri, anak, sampai mertua ikut gotong royong membangun rumahnya.

 " Kita sudah mulai kegiatan ini sejak Juni 2015. Warga memang tidak terima langsung uangnya, tetapi disalurkan melalui toko bangunan. Walaupun sering terjadi banyak toko bangunan mengirim bahan bangunan yang dipesan tak sesuai dengan yang dibayarkan. Namun pesan saya dalam penyaluran BSPS ini jangan sampai ada pungutan apapun kepada masyarakat, " tegasnya.



 Pada kesempatan itu Hardi Simamora ,Direktur R umah Swadaya ,Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap Pemerintah daerah (Pemda) membuat replikasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan program 'bedah rumah'.

Karena antara sasaran di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan kemampuan anggaran 2015-2019 tidak sesuai. Sehingga perlu ada upaya dari Pemda untuk menutup gap/kekurangan yang ada.

“Pemerintah daerah (Pemda) perlu ikut berperan serta dengan membuat replikasi program BSPS agar dapat menutup kekurangan yang ada,” pintanya.


Hardi menjelaskan bahwa sasaran RPJMN untuk pembangunan baru rumah swadaya dan peningkatan kualitas rumah swadaya pada 2015 sebanyak 85.000 unit rumah. Lalu 2016 mencapai 345.000 unit, 2017 targetnya 400.000 unit, 2018 sebanyak 445.000 unit dan pada 2019 sebanyak 475.000 unit sehingga total keseluruhan mencapai 1,75 juta unit.

Sementara kemampuan anggaran (alokasi total RPJMN Rp 33 triliun dan Rp 10,89 triliun untuk swadaya) hanya mampu untuk pembangunan baru rumah swadaya dan peningkatan kualitas rumah swadaya dengan total keseluruhan 400.000 unit rumah untuk periode 2015-2019. “Jadi ada gap/kekurangan target 1,35 juta unit,”jelasnya. (**/lasman simanjuntak)
Foto-foto : Bagian Hukum dan Informasi Publik, Ditjen Penyediaan Perumahan

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini