Ads


» » » Cegah Inflasi, Presiden Minta Mentan dan Mendag Jaga Harga

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pada Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Pertanian (Mentan), dan Bulog, untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan harga yang ada di pasar seperti yang sudah dikerjakan pada 2015.

“Itu betul-betul terus kita ikuti agar inflasi pada tahun ini juga pada angka-angka di sekitar 2015. Ada supply yang kurang segera supply, ada distorsi pasar segera dikerjakan,” tegas Presiden Jokowi, saat menyampaikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, seperti dikutip dari laman Setkab  dan www.pertaniantoday.com , di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Presiden menyampaikan rasa syukurnya karena inflasi di 2015 jatuh di angka kurang lebih 3,3 persen. Apalagi, pertumbuhan ekonomi kira-kira 4,7 persen sampai 4,8 persen ini kalau dibandingkan dengan negara-negara lain sudah sangat cukup baik karena negara-negara yang lain angkanya turun 1,5 persen hingga tiga persen dari pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendampingi Presiden RI Joko Widodo dan rombongan berjalan menuju lokasi panen di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (3/10/2015)
Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden RI Joko Widodo dan rombongan berjalan menuju lokasi panen di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo

Selain itu, yang berkaitan dengan realisasi atau serapan terlihat sekali bahwa realisasi Indonesia tidak seperti yang banyak disampaikan oleh pengamat yang menyampaikan realisasi akan jatuh di bawah 80 persen.

“Saya kira sangat jauh dari itu. Jadi belanja negara, realisasi belanja negara berada pada posisi 91,2 persen. Alhamdulilah menurut saya sangat baik atau jatuh angkanya di Rp1.810 triliun,” sebut Presiden.

Sementara untuk pendapatan negara, lanjut Presiden Jokowi, tercatat mencapai sebanyak 84,7 persen atau sebesar Rp1.491 triliun yang didalamnya ada penerimaan pajak 83 persen dan nonpajak 93,8 persen.

“Ini juga sebuah angka yang sangat baik karena dengan angka-angka ini berarti defisit kita berada pada posisi 2,8 persen dan kita sekarang ini juga masih punya Silpa Rp10,8 triliun. Ada sisa lebih Rp10,8 triliun,” jelas Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, sidang kabinet paripurna di awal 2016 ini diikuti oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Bidang Polhukam Luhut B Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan jajaran menteri Kabinet Kerja.(***/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini