Ads


» » » Wagub NTT: Kapal Ternak Bangkitkan Gairah Peternak NTT

Manado,  BeritaRayaOnline,Peternak sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini terbelenggu ulah para tengkulak melalui kaki tangan mereka masuk ke pelosok desa di 21 kabupaten dan kota di NTT untuk membeli sapi dari para peternak dengan harga rendah,  dan setelah mendengar dukungan pemerintah melalui kapal ternak dan subsidi biaya angkut ke Jakarta, para peternak menyambut positif langkah Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian.

"Kami sebagai warga NTT sangat mendukung keberadaan kapal ternak untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak dan kabar tentang kapal ternak sudah tersebar di seluruh NTT, dari hasil kunjungan saya ke daerah maupun laporan dari para kepala dinas terkait," kata Wakil Gubernur NTT, Benny A Litelnoni  Minggu pagi (13/12/2015) di  Mangga Dua, Jakarta.

Dia menyambut baik sambutan positif pers terhadap pemberitaan tentang pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara I yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat dini hari, karena mendukung penyebaran informasi tentang kapal ternak.

"Syukurlah Anda sempat datang, saya pun bisa mengungkapkan kegembiraan warga kami khususnya para peternak terhadap kapal ternak, karena selama ini mereka terkungkung oleh ulah kaki tangan para toke yang menetapkan harga sapi seenaknya sendiri tanpa peduli pada biaya pemeliharaan yang harus ditanggung peternak," kata Benny yang turut hadir mendampingi Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada Jumat petang (11/12/2015) untuk menyambut kedatangan kapal ternak KM Camara Nusantara I yang sandar di Tanjung Priok.

Dia menambahkan dukungan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dengan datang langsung ke Kupang untuk memantau kesiapan pengangkutan perdana 353 ekor sapi NTT untuk diangkut ke Jakarta sempat membuat jeri para tengkulak untuk melaksanakan aksi mereka menghasut para peternak untuk tidak menjual sapi kepada depot-depot logistik (Dolog) dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Mendengar kabar tentang kapal ternak, para tengkulak melalui kaki tangan mereka bergerak menghasut bahwa kapal ternak yang tengah disiapkan pemerintahan Joko Widodo hanyalah lips service, dengan merujuk pada gembar-gembor pemerintahan sebelumnya yang berjanji akan menyediakan kapal ternak tidak kunjung terealisasi hingga pemerintahan berganti setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

"Mereka sempat terhasut tapi syukurlah Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman didukung Kementerian Perhubungan dan Bulog bekerja sungguh-sungguh mengimplementasikan konsep Tol Laut untuk mendukung pembangunan di Indonesia timur untuk pemerataan pembangunan," kata Benny.

Sebagaimana diberitakan, harga bobot hidup sapi di NTT yang dikirim ke Jakarta adalah Rp30.000 per kg bobot hidup. Pembelian ternak dari NTT ke DKI Jakarta dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) yang diwakili oleh Depot Logistik (Dolog). 

Ternak selanjutnya akan dikirim ke kandang ternak lokal di Desa Gandasari Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat milik Perum Bulog. Pemulihan ternak akan dilakukan selama dua hari di kandang penampungan Dolog, dan untuk selanjutnya sapi dapat dimanfaatkan oleh pembeli sebagai sapi bakalan dan siap potong.

"Syukurlah para menteri terkait bekerja keras mendukung kebijakan pemerintah Jokowi untuk mendukung pembangunan daerah, dan kami sangat bangga NTT menjadi provinsi pertama yang mengimplementasikan konsep tol laut, dan sapi NTT menjadi pengguna pertama tol laut," kata Wagub Benny seraya tertawa yang tampil humble meski berstatus pejabat tinggi provinsi.(b2b/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini