Ads


» » » Waduk Jatigede Sumedang Sudah Mulai Dimanfaatkan Petani untuk Areal Sawah 40 Ribu Ha

Bendungan Jatigede di Sumedang Jawa Barat direncanakan akan beroperasi penuh pada Maret 2017 setelah penggenangan air mencapai tinggi muka air sekitar 260 m. Foto diambil Kamis, 17 Desember 2015. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Sumedang, BeritaRayaOnline,-Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung Trisasongko Widianto mengatakan, kendati belum terisi penuh Bendungan/ Waduk Jatigede Sumedang, Jawa Barat,   manfaatnya mulai dirasakan para petani. Areal persawahan yang mendapatkan jaminan pasokan air seluas 40 ribu hektar yang berada di Indramayu, Majalengka serta Cirebon.

    "Bendungan ini akan  beroperasi penuh pada Maret 2017 setelah penggenangan air mencapai tinggi muka air sekitar 260 m," katanya kepada rombongan wartawan peserta press tour Kementerian PUPR di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/12/2015).

      Saat ini  elevasi  air baru sekitar 225  m dengan volume  139 juta m3 atau 14,28% dari total daya tampung waduk yang 979 juta m3. Volume  outlet untuk irigasi terletak pada ketinggian +221 m, sehingga fungsinya sebagai sumber air irigasi saat ini sudah bisa dilakukan.
.
      Jika bendungan sudah berfungsi penuh pada 2017 mendatang maka areal persawahan yang bisa diairi sekitar  90.000 ha. Bendungan Jatigede dibangun dengan biaya sekitar US$ 467 juta dari  Loan dari China.

    "Ganti rugi pembebasan lahan  sudah diselesaikan pada 2007 dengan mengacu pada Perpres No 1/2015. Hak  relokasi  atau uang kerohiman dibayarkan belum lama," katanya.

    Masyarakat  penerima uang pembebasan tanah dibagi kedalam dua Kelompok yaitu Kelompok A dan Kelompok B. Yang termasuk Kelompok A adalah mereka yang pernah menerima uang pembebasan tanah berdasarkan mekanisme Permendagri No 15/1975.


      Dalam Permendagri. diamanatkan selain mendapat ganti rugi warga  juga harus dimukimkan kembali.Karena waktu nya sempit dan mencari tanah pengganti juga sulit, maka warga diberikan uang saja.

      Kategori B adalah masyarakat yang tinggal di daerah genangan, namun bukan sebagai penerima ganti rugi sesuai Permendagri tersebut. Mereka menerima santunan berdasarkan Peropres No 1/2015.
      Jumlah  keluarga penerima uang tersebut baik Kategori A maupun B berjumlah 10.924 KK. Dari Jumlah itu yang masih tinggal di daerah genangan sampai sebelum Imponding itu sebanyak sekitar 7.000 KK.
Sedangkan yang 3.000 KK sisanya sudah meninggalkan daerah genangan pada 1982, namun karena masih ada satu haknya yang masih belum diberikan, maka mereka dipanggil lagi untuk menerima haknya.
      Dari Kategori A sebanyak 4.514 KK sampai Juli 2015 yang masih di daerah genangan 1.988 KK. Sedangkan kategori B sebanyak 6.410 KK masih tinggal di daerah genangan. Mereka sudah diselesaikan 98,7% dan sisanya tidak diketahui keberadaannya.
      "Hak warga yang tidak jelas keberadaannya  dititipkan di Pengadilan Negeri setempat," katanya.

Menurut Tri Sasongko Widianto atau Widi  potensi air di sungai Cimanuk, tempat pembangunan waduk tersebut  rata-rata sebesar 4,3 miliar m3/tahun. Pembangunan waduk telah  memperhitungkan aspek lain  teknis, sosial, lingkungan dan ekonomi.


    Waduk yang pembangunanya telah direncanakan  sejak tahun 1963 ini merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jatiluhur. Pembangunannua dimaksudkan untuk menambah persediaan air.

    Selama ini Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung menyimpan banyak potensi sumber daya air yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Air yang mengalir dalam jumlah besar sepanjang Sungai Cimanuk-      Cisanggarung yang melintasi beberapa kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Tengah lewat begitu saja dan belum berfungsi secara maksimal.

Sementara di sisi lain, banyak kebutuhan terhadap air seperti air baku, lahan pertanian, perikanan, pembangkit listrik yang belum terpenuhi. Untuk itu kehadiran waduk Jatigede sangatlah penting.

    Waduk Jatigede mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat setempat yaitu dapat mengairi irigasi masyarakat seluas 90 ribu ha, penyediaan air baku bagi 100 ribu KK untuk air bersih dengan target layanan Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Kawasan Balongan dengan kapasitas 3500 lt/det dan PLTA sebesar 110 MW, pengendalian banjir.

    Pembangunan waduk tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam upaya optimalisasi pendayagunaan sumber daya air. Pendayagunaan Waduk Jatigede meliputi beberapa aspek yaitu penggunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air, penggunaan sumber daya air untuk budidaya lahan pertanian (sawah dan tambak) dan penggunaan air untuk pembangkit energi serta  obyek wisata. (pk/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini