Ads


» » » Tanam Padi Serempak Gunakan Alat Mesin Pertanian Moderen akan Perpendek Masa Tanam

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang melakukan dialog langsung dan interaktif dengan kelompok tani dan para Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kabupaten Gunung Kidul Yogjakarta, Jawa Timur, dan Madura usai melakukan Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Kegiatan Tanam Padi Serempak bertempat di Desa Rawa Kidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin pagi (7/12/2015). Hadir juga Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan Hasil Sembiring dan Sekda Provinsi Banten Ranta Suharta yang mewakili Gubernur Banten H.Rano Karno. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Tangerang, BeritaRayaOnline,-"Tanam serempak padi ini untuk seluruh Indonesia karena pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2014/2015 sudah rampung 80 % sampai 90 %. Bahkan jaringan irigasi dan Alsintan sudah diterima," jawab Menteri Pertanian Andu Amran Sulaiman menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline dalam door stop dengan para wartawan usai melakukan tanam padi serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin (7/12/2015).

"Momentum penting  ini jangan kita lewatkan. Kita tanam padi serempak hari ini, dan panen raya akan dilakukan Februari 2016. Enggak ada hambatan, semua berjalan normal-normal aja berkat dukungan Babinsa, PPL, dan masih banyak lagi. Alhamdulilah El Nino kita bisa lolos ," katanya.

Ditanya lagi tanam padi serempak  kali ini menggunakan  alat mesin pertanian moderen seperti transplatter (alat tanam padi) dan hand tracktor, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan dengan gunakan alat mesin pertanian moderen akan memperpendek masa tanam.

"Dulu menanam padi gunakan alat manual. Sekarang dengan alat mesin pertanian moderen lebih cepat. Untuk transplatter dan hand tracktor tahun ini diberikan sebanyak 80 ribu unit, sedangkan tahun lalu  hanya 40 ribu unit, sehingga naik 2000 persen.Tahun depan kita targetkan 100 ribu unit, kita bagi ke seluruh Indonesia. Dulu pakai alat manual 1 hektar dikerjakan sebanyak 25 orang. Dengan alat mesin pertanian moderen satu orang dapat mengerjakan satu hektar dan selesai satu hari," ujarnya.


Ditambahkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggunakan alat mesin pertanian moderen akan memberikan spirit kepada para petani. Pertama, kita bisa tingkatkan indeks pertanaman, kedua produktivitas pasti meningkat, dan ketiga biaya produksi turun 40 % sampai 50 %.

"Biasanya dengan gunakan alat manual biaya tanam bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Namun, dengan gunakan alat mesin pertanian moderen biayanya hanya Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta." ujarnya. (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini