breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Tahun Depan Anggaran Pertanian Sulut Ditambah, Asalkan Tambah Tanam Ditingkatkan Lagi

Share This

 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendampingi Kepala Staf TNI AD (KASAD) Jenderal TNI Mulyono dalam rangka HUT TNI AD ke-70 tahun ( Hari Juang Kartika 2015) yang jatuh pada Selasa 15 Desember 2015 melakukan penanaman perdana padi di lahan sawah baru di Desa Ponompiaan , Kecamatan Domuga Timur, Kabupaten Bolaanmongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara, Senin (14/12/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline) 

Bolmong, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tahun lalu anggaran pertanian untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebesar Rp 208 miliar, dan tahun 2015 ini sebesar Rp 500 miliar.

"Bapak Presiden Jokowi banyak memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian untuk mendukung swasembada pangan. Hal ini dibuktikan dengan anggaran Kementerian Pertanian tahun 2015 naik sebesar 100 persen dibandingkan tahun 2014 , dan terbesar sepanjang sejarah  selama kita merdeka. Insya Allah tahun depan anggaran pertanian untuk Provinsi Sulut  ditambah lagi sesuai tambah tanam ditingkatkan," janjinya ketika memberikan sambutan pada acara Penanaman Perdana Padi Bersama Mentan dan Kasad Jenderal TNI Mulyono Dalam Rangka Hari Juang Kartika 2015 (HUT TNI Angkatan Darat ke 70, Selasa 15 Desember 2015) di Desa Ponompiaan, Kecamatan Domuga Timur, Kabupaten Bolaanmongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara, Senin pagi (14/12/2015)..


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  yang mengaku datang ke Manado, Sulut  untuk "mengantar" Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal Mulyono  pulang kampung (kebetulan isteri Kasad berasal dari Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan-red) mengucapakan terima kasih kepada para petani, Babinsa, dan Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL).

"Sudah dengar berita baik enggak? Sudah atau belum?" tanya Mentan kepada para PPL yang ikut hadir dalam acara tersebut.

"Beritanya yaitu pada April 2016 janji Menpan khusus PPL mudah-mudahan ada pengangkatan. Untuk test pengangkatannya dosennya adalah Pak Kisworo. Bila tidak ada peningkatan produksi  dan tambah tanam bapak tidak akan lulus. Luas tanam dan produktivitas ini test ujiannya selama tiga bulan. 70 persen test pointnya adalah di sawah," katanya.

Menurutnya sudah 50 kabupaten di seluruh Indonesia"hadiahnya" bantuan langsung Alsintan sebanyak 30 ribu unit.


"Ada di ujung kaki swasembada pangan," selanya.

Andi Amran Sulaiman menguraikan adaikata tak ada El Nino kita bisa melakukan ekspor beras.pada peristiwa El Nino  1998 dengan intensitas 1,8 persen, jumlah penduduk baru mencapai 202 juta orang, sedangkan pada peristiwa El Nino 2015 dengan intensitas 2,4 persen jumlah penduduk di seluruh Indonesia telah mencapai 250 juta orang.

"El Nino 2015 terjadi kekeringan yang paling besar. Alhamdulilah satu tahun pemerintahan Jokowi-JK tak ada impor beras. Tahun 2016 kata BMKG mudah-mudahan tak ada El Nino," ujarnya.

 Soal pengadaan pupuk- Kabupaten Bolmong tak ada masalah mengenai pengadaan pupuk- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  mengaku sudah melakukan kunjungan kerja ke 300 kabupaten.

" Kami keliling 300 kabupaten. Yang oplos pupuk 7 di Jawa Tengah dan 8 di Jawa Timur. Kami minta oknum yang melakukan oplos pupuk ini ditangkap, apalagi yang menyakiti hati rakyat. Tanpa pupuk kita tak berdaya. Pemerintah telah membantu pengadaan pupuk 1 juta untuk para petani. Bantuan Alsintan tahun ini 800 ribu unit, tahun lalu hanya 4 ribu unit," katanya. (lasman simanjuntak)





«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama