Ads


» » » Soal Angkutan Ternak Sapi, Mentan Beri Klarifikasi Empat Keuntungan Diterima Konsumen dan Peternak

Manado,BeritaRayaOnline,-"Jangan main-main atas nama petani ya.Jangan sampai ini dikendalikan oleh orang-orang tertentu.Ini negara,jangan main-main mengatasnamakan petani.Padahal dia bisa saja bagian dari mafia," jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada wartawan-termasuk wartawan BeritaRayaOnline- di Hotel Peninsula, Kota Manado , Provinsi Sulawesi Utara,  Minggu sore (13/12/2015) sehubungan adanya pemberitaan berjudul "Peternak NTT Menangis Dipaksa Jual Sapi Murah " yang dipublikasikan dua media online kemarin.

Menurut penjelasan Mentan waktu berkunjung ke Kupang,NTT, 18 November 2015 lalu pihaknya tidak bertemu langsung dengan petani peternak sapi,tetapi yang ditemui adalah para pedagang.

"Kita sepakat harga Rp 29 ribu dan kita beli Rp 30 ribu bahkan sampai Rp 35 ribu per bobot hidup sapi di NTT yang akan dikirim ke Jakarta.Ini orang pasti ada kepentingan yang hilang.Ini soal sapi malah diberitakan 'Petani Menangis Dipaksa Beli Sapinya".Ada enggak yang dipaksa beli sapinya?Kok berani keluarkan judul berita seperti itu.Mengatasnamakan rakyat lagi.Aku ini bapaknya rakyat...bapaknya petani.Jagung aku pasang badan,kemudian beras,cabe,bawang,kurang apa? Eh...kok masih diberitakan 'Petani Menangis Dipaksa Beli Sapinya"?" tanya Mentan Andi Amran Sulaiman dengan nada suara yang meninggi dan sangat kecewa pada reporter  dan media yang menulis berita tersebut.

"Saya mau klarifikasi berita tersebut...," selanya.

Pertama,  ini program target kita ingin merubah struktur pasar.Bagaimana struktur pasar sekarang.Petani (peternak sapi-red) sekarang ini menerima Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kg.Harga daging sapi di Jakarta Rp 100 ribu/kg.

"Ini tak berpengaruh dan tak naik karena supply chain atau mata rantai panjang.Ini mau kita potong 50 persen.Wajar mereka pada ribut-ribut  karena kita potong 50 persen.Tetapi jangan dong diputar balik itu fakta?" tegas Mentan sambil menambahkan jadi 50 persen dipotong yaitu biasanya 8 dipotong menjadi 4 dengan, demikian harga di tingkat konsumen Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu.

Manfaat atau keuntungan yang kedua yaitu angkutan ternak sapi dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 320 ribu atau biaya angkutan sapi turun 80 persen.

Ketiga, biasanya lama perjalanan 2 bulan dari petani peternak sapi sampai ke Jakarta.Namun ini kita rubah lama perjalanan dari 2 bulan menjadi 5 hari sampai seminggu saja.

"Manfaat keempat biasanya lamanya perjalanan dua bulan bukan terjadi penggemukan pada sapi malah terjadi penggurusan atau terjadi penyusutan bobot badan sapi sampai 20 persen bahkan ada sapi yang sampai mati.Sebesar 20 persen itu hilang ditelan bumi,tak dinikmati baik konsumen, pedagang,maupun petani peternak sapi," kata Mentan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang didampingi Dirjen PSP, Kementerian Pertanian, Gatot Irianto langsung berkata tegas,"Ada empat manfaat yang sudah saya jelaskan tadi, apa ada yang bisa bantah.Ada enggak yang bisa membantah statement saya."

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimain menambahkan dengan empat keuntungan tadi target kita adalah ingin merubah struktur pasar yaitu 80 persen pasar dipenuhi oleh sapi lokal, dan 18 persen sampai 20 persen dipenuhi oleh impor.

"Kami yakin 80 persen bisa merubah struktur pasar karena kita telah memotong rantai pasoknya dan  sudah buktikan Jumat kemarin," katanya.(lasman simanjuntak)


Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memberikan klarifikasi kepada wartawan di Hotel Peninsula, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu sore (13/12/2015),sehubungan dengan adanya berita berjudul "Peternak NTT Menangis Dipaksa Jual Sapi Murah" yang dipublish dua media online baru-baru ini. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini