breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
PKS Kecam Pemaksaan Harga Murah Ternak di NTT

Share This

Angkutan Kapal Ternak Sapi :  Jumat sore  (11/12/2015), Menteri Pertanian,  Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden RI Jokowi, menyambut pengangkutan ternak sapi dengan pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara 1 yang telah dilakukan pada  Minggu , 6 Desember 2015 pukul 01.00 WITA dari Pelabuhan Tenau Kupang NTT dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada  Jum’at pagi . Jumlah ternak yang dikirim menggunakan kapal ternak ini  sebanyak 353 ekor dengan jenis ternak sapi Bali jantan yang memiliki rata-rata bobot hidup 250 – 350 kg dan diperkirakan rata-rata produksi daging sapi per ekor adalah 125 kg. (Foto : FB/Humas Kementerian Pertanian)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-,Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf mengapresiasi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang telah menghadirkan kapal pengangkut ternak yang akan membantu pemasaran para peternak dan sekaligus bisa meringankan harga di tingkat  konsumen. Disisi lain, PKS mengecam tindakan oknum yang mengambil keuntungan sepihak dengan memaksa harga murah di petani.

“PKS mengapresiasi terobosan ini. Karena keberadaan kapal tersebut tidak hanya akan memangkas  biaya trasportasi tapi juga lama perjalanan transportasi yang berdampak positif pada  kesehatan sehingga sedikitnya penurunan bobot  ternak.," kata politisi senior PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Sabtu, (12/12/2015)
.
Namun, Muzzammil menyayangkan jika keberadaan kapal ternak tersebut justru dikeluhkan oleh para peternak di NTT karena merasa dirugikan karena ada potongan harga dari berbagai oknum. 

“Jangan sampai upaya positif pemerintah tersebut berupa kapal ternak dikotori oleh oknum-oknum dari berbagai pihak dibiarkan saja oleh Kementan dan Pemda terkait,” jelasnya.

Menurut Muzzammil, pihak Kementerian, Pemerintah Daerah, dan penegak hukum harus menindak tegas pihak-pihak yang  merusak terobosan positif tersebut. 

“Jangan sampai kita berputar-putar dalam lingkaran setan permasalahan karena segelintir kenakalan oknum. Bisa jadi oknum tersebut berasal dari daerah, pusat, atau bahkan internal Kementerian sendiri,“ tegasnya. 

Pengalaman keluhan peternak NTT ini, kata Muzzammil, harus menjadi perhatian dan pelajaran  Kementerian Pertanian pada operasi kapal ternak yg akan diadakan di  beberapa propinsi lainnya, seperti di NTB, Sulsel, Jawa Timur dan Lampung. 

“Sehingga keluhan yg sama tidak terulang," ujarnya.

Muzzammil mengajak semua pihak untuk bekerjasama mensukseskan kebijakan tersebut untuk mendukung kedaulatan pangan.

“Mari kita sukseskan terobosan kapal ternak ini. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang merupakan bagian dari kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara;” Ajaknya.(***/press release/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama