breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Cisumdawu Seksi I dan 2 Sepanjang 29 Km Selesai Akhir 2018

Share This

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto Husaini sedang memberikan penjelasan  data-data teknis dan progress fisik sampai Jumat, 18 Desember 2015 pada proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) kepada rombongan wartawan press tour Kementerian PUPR. Tampak pula pekerjaan konstruksi proyek tol Cisumdawu di Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Sumedang ,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan konstruksi pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer untuk seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang sepanjang 29 kilometer bisa selesai pada akhir 2018 mendatang.

"Perkirakan normal selesai pada akhir tahun 2018. Rata-rata baru 60 persen, tapi kami upayakan untuk bisa dipercepat," kata Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini, di sela acara peninjauan rombongan wartawan press tour Kementerian PUPR ke  proyek jalan tol Cisumdawu, Sumedang, Jumat (18/12/2015).

Hasil pantauan di lapangan, tol seksi 1 dan 2 ini Cisumdawu ini masih dikerjakan oleh kontraktor besar bekerja sama dengan kontraktor Tiongkok.

Hediyanto Husaini mengatakan, konstruksi jalan tol untuk seksi 1 dan 2 ini lebih berat, karena daerah gunung dan berbukit bukit. Gunung dan bukit itu harus dibelah terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu panjang dibandingkan untuk seksi 3 sampai 6.

"Medannya cukup berat, lihat kondisi tanah karena daerah pegunungan," kata dia.

Jalan Tol Cisumdawu ini memiliki panjang 61, 675 kilometer yang terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 mulai dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer, seksi 2 Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer dan seksi 5 Legok-Ujung Jaya 16,42 kilometer dan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer.

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah akan mengerjakan sebanyak 2 seksi yaitu seksi 1 dan seksi 2. Sedangkan seksi berikutnya akan ditawarkan kepada investor untuk mengerjakannya.

Seluruhnya Selesai Akhir 2019

Pembangunan jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sepanjang 61,6 kilometer ditargetkan selesai akhir 2019. Saat ini proyek tol yang menghubungkan Kota Bandung dengan Cirebon tersebut sudah memasuki tahap konstruksi di phase II.

"Kalau semua lancar diperkirakan akhir tahun 2019 bisa rampung seluruhnya," kata Dirjen Bina Marga, Hediyanto Husaini, di sela peninjauan Tol Cisumdawu, di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (18/12).

Menurut dia, bila proyek ini selesai, tol Cisumdawu akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi, Jakarta - Bandung - Cirebon. Karena selama ini, distribusi barang dan ekonomi terhubung dengan jaringan tol adalah Jakarta-Bandung via tol Jakarta-Cikampek-Cipularang dan Jakarta-Cirebon via Jakarta-Cikampek-Palimanan (Cipali).

Sedangkan, Bandung-Cirebon via Sumedang belum ada jalan tol, sehingga keberadaan jalan tol ini akan menghubungkan kedua daerah strategis dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

"Ditambah lagi nanti ada bandara internasional Kertajati, di Majalengka maka keberadaan tol ini makin strategis," kata dia.

Menurut Hediyanto, tol Cisumdawu diperkirakan bakal menghabiskan investasi sbesar Rp14 triliun dengan rincian untuk konstruksi Rp12 triliun dan pembebasan lahan Rp 2 triliun yang dibangun enam seksi.

Tol Cisumdawu ini dibangun dalam enam seksi. Seksi I Cileunyi-Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), dan Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,7 km). Lalu, Seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), Seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km), dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km).

Dari segi investasi, proyek ini dinilai kurang menarik, akhirnya pemerintah menyelesaikan pembebasan tanah 100% dan konstruksi dari Seksi I dan II sepanjang 29 kilometer. Selebihnya proyek itu diserahkan kepada investor.

"Rencananya kita akan mulai tender ke publik awal tahun depan, kira kira kesiapan investor seperti apa, kita lihat, tapi kalau investor sedikit minat, kemungkinan seksi berikutnya akan dikerjakan oleh pemerintah," kata dia.(beritasatu.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama