breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Menteri Basuki Hadimuljono : Tahun 2016 Program PUPR Harus Jelas dan Tepat Sasaran

Share This

Jakarta,BeritaRayaOnline, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono  menegaskan untuk tahun 2016 program Kementerian PUPR harus jelas dan tepat sasaran.

"Hilangkan program-program dengan kata-kata yang bersayap.Tak boleh ber-kontraksi.Januari 2016 sudah harus ada kegiatan," katanya dalam jumpa pers capaian pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2015 dan program  prioritas tahun 2016 di Jakarta, Selasa (22/12/12).

Tahun anggaran 2016 dana Kementerian PUPR mencapai Rp 104,08 triliun terdiri dari anggaran Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Rp 24.129 triliun.Ditjen Bina Marga Rp 41,005 triliun.Ditjen Cipta Karya Rp 12,342 triliun.Ditjen Perumahan untuk Penyediaan Rp 3,491 triliun, Pembiayaan Rp O,003 triliun, dan Bina Konstruksi  Rp 0,048 triliun.

Realisasi lelang dini TA 2016 status 22 Desember 2015 telah dilakukan lelang dini paket kontraktual sebanyak 7.840 paket senilai Rp 48,03 triliun sedangkan proses lelang sebanyak 4.416 paket senilai Rp 38,76 triliun.

"Khusus Bina Marga tahun 2016  kita akan bangun jalan baru sepanjang 769  kilometer dan pembangunan jalan untuk kawasan perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Papua. Kawasan jalan perbatasan di Provinsi NTT dalam waktu dekat ini akan ditinjau Presiden Jokowi.Sedangkan pembangunan jalan tol baru tahun 2016 sepanjang 29 kilometer diikuti pembangunan jembatan sepanjang 12 kilometer.Fly over sebidang dengan jalur kereta api sepanjang 4.487 meter," jelasnya.


Belanja Anggaran Rp 105 Triliun
Sementara itu sampai  November 2015, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan belanja anggaran hingga Rp 105 triliun. Dana tersebut setara dengan 87,3% anggaran yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015‎, sebesar Rp 118 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan lagi  serapan anggaran tersebut terbesar dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, yang mencapai 91,55%.

"Realisasi anggarannya Rp 52,54 triliun," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  dalam paparan hasil kerja 1 Tahun Kementerian PUPR.

Persentasi serapan anggaran terbesar kedua adalah Badan Penelitian dan Pengembangan yang serapannya telah mencapai 91,33% dengan realisasi anggaran Rp 476,19 miliar. Berikutnya adalah Direktur Jenderal Sumberdaya Air sebesar 89,85% atau Rp 27,944 triliun.

Berikutnya Direktorat Jenderal Cipta Karya yang merealisasikan Anggaran Rp 17,4 triliun atau 87,64% dari anggaran yang telah disediakan. Kemudian Sekretariat Jenderal yang menyerap anggaran 76,24% atau Rp 500,8 miliar.

Dirjen Bina Konstruksi yang merupakan struktur Jabatan eselon I baru di kementerian ini telah merealisasikan anggaran sebesar 73,12% atau Rp 528,61 miliar. Direktorat Penyediaan Perumahan telah merealisasikan 68,34% atau Rp 5,308 triliun. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia telah merealisasikan Rp 339,19 miliar atau 63%. Terakhir adalah Derektorat Jenderal Pembiayaan Perumahan sebesar 8% atau Rp 49,272 miliar.

Sejumlah infrastruktur fisik dibangun lewat anggaran tersebut. Realisasi pembangunan fisik tersebut terlihat dari berbagai pembangunan infrastruktur yang mulai memperlihatkan wujudnya. Dari mulai Bendungan, pembangunan jalan nasional, hingga proyek jalan tol yang sebagian sudah mulai beroperasi.(dbs/lasman simanjuntak)



Teks Foto : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi seluruh jajaran eselon satu melakukan jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/12/2015), mengenai capaian pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2015 dan program prioritas tahun 2016 (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama