Ads


» » » Menteri PUPR Sampaikan Capaian Pembangunan Infrastruktur PUPR dan Program Prioritas Tahun 2016

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai jumpa pers mengenai capaian pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2015  dan program prioritas tahun 2016  hanya  memberikan tanya jawab  5 menit saja . Namun, begitu keluar ruangan jumpa pers di ruang Serbaguna  Lantai I Gedung Utama Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa sore (22/12/2015), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono langsung "diserbu" wartawan untuk melakukan door stop. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Capaian pembangunan Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2015 yaitu pembangunan 67,02 Km pengamanan pantai, 304,71 Km pengendali banjir, 52 buah pengendali sedimen/lahar, pembangunan 13 waduk (baru), 186.430 Ha irigasi, serta operasional 5 buah waduk seluas 95.745 Ha meliputi Jatigede, Nipah Jatim, Bajulmati Jatim, Rajui Aceh, dan Titab Bali.

Capaian pembangunan (target program)tahun 2015 Ditjen Bina Marga berupa jalan baru (497 Km), jalan perbatasan (705 Km), jalan tol (40 Km), jembatan baru (7.653 Km), jembatan perbatasan (1.239 meter), penggantian jembatan(6.616 meter), flyover, underpass, perlintasantak sebidang KA(2.544 meter), dan pembangunan jembatan (7.147 meter).

Demikian dijelaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa sore (22/12/2015) mengenai capaian pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2016 dan program prioritas 2016.

Untuk air minum terdiri atas 4 SPAM regional, 621 Spam MBR, 229 Spam kawasan khusus, 120 penyehatan PDAM. Total penambahan kapasitas 6.952 l/detik, Spam perkotaan 4.629 l/detik, Pamsimas 1.449 l/detik, Spam kawasan khusus 874 l/detik, dan potensi penambahan cakupan layanan 2,07 % atau 5,28 juta jiwa.

Sanitasi dan drainase berupa pengembangan sanitasi di 686 kawasan, TPA regional di 4 kabupaten/kota, dan drainase di 61 kabupaten/kota.Untuk kawasan permukiman yaitu 560 kawasan kumuh, 1.307 Ha kawasan permukiman perkotaan, sarana/prasarana perkotaan 14 kawasan, 25 kawasan kebun raya, 139 Ha kawasan permukiman nelayan, 6 kawasan kota, dan 31 kawasan program pengembangan kota hijau (p2kh). Perumahan total 667.668 rumah.

Pada kesempatan tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menjelaskan mengenai sasaran output prioritas sesuai usulan alokasi anggaran tahun 2016.

Pertama, Ditjen SDA yakni 22 bendungan (on going) dan 8 bendungan, 60 ribu Ha irigasi, rawa, tambak, rehabilitasi 347 ribu Ha irigasi, rawa, tambak, OP irigasi, rawa, tambak 3,4 juta Ha, 273 Km pengendali banjir, 38 Km pengamanan pantai, dan 387 buah embung-embung.

Kedua, Ditjen Bina Marga yakni jalan baru 769 Km (termasuk kawasan perbatasan), jalan tol 29 Km, pembangunan dan peningkatan jembatan 12.714 meter, flyover, under pass perlintasan tak sebidang KA 4.487 meter, dan pengadaan lahan jalan bebas hambatan 800 Ha.


Ketiga, Ditjen Cipta Karya yakni pembangunan Spam regional 1.450 l/detik, pembangunan Spam IKK 2.189 l/detik, pembangunan Spam berbasis masyarakat 1.480 l/detik, penanganan 2.086 Ha kawasan kumuh perkotaan, penanganan TPA regional  (110.000 KK), penanganan IPAL regional di 2 kabupaten/kota (2.350 KK), dan revitalisasi 188 kawasan tematik.Perumahan yakni pembangunan rumah susun 11.642 unit, pembangunan rumah khusus 6.350 unit, peningkatan kualitas rumah swadaya 94.000 unit, pembangunan rumah swadaya 94.000 unit, pembangunan baru rumah swadaya 1000 unit, dan bantuan PSU untuk perumahan umum 42.000 unit.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang didampingi seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian PUPR menjelaskan pohon anggaran tahun 2016 yaitu pagu anggaran mencapai Rp 104,081 triliun terdiri atas SDA Rp 24,129 triliun (termasuk pengadaan tanah Rp 207 miliar), Bina Marga Rp 41,005 triliun (termasuk dana tanggap darurat/ bencana Rp 197 miliar, dan pengadaan tanah Rp 1,493 triliun), Cipta Karya Rp 12,342 triliun, Ditjen Penyediaan Rp 3,491 triliun, pembiayaan Rp 0,003 triliun, Ditjen Bina Konstruksi Rp 0,048 triliun, dan SIBBB Rp 0,161 triliun.

"Realisasi lelang dini tahun anggaran 2016 sampai 22 Desember 2015 untuk paket kontraktual sebanyak 7.840 paket atau senilai Rp 48,03 triliun, dan proses lelang sebanyak 4.416 paket atau senilai Rp 38,76 triliun," katanya . (lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini