breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan: Uang Perjalanan Dinas & Seminar Dipangkas Demi Beli Traktor

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara, baru-baru ini. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku sudah menertibkan kalimat 'bersayap' di dalam Rencana Kerja & Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) Kementerian Pertanian. Bahkan, Amran mengklaim penertiban ini dilakukan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kegiatan dan program pemerintah harus mempunyai tujuan yang jelas dan tidak mempunyai kalimat yang 'bersayap'.

Kalimat 'bersayap' ini seperti pemberdayaan, penguatan, hingga peningkatan.

"Kalau kami lebih duluan tertibkan, karena kami 2014 saja, di Desember kami lakukan refocusing anggaran Rp4,1 triliun," jelas Menteri Pertanian Andi Amran  Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Menurut Amran, penertiban anggaran di Kementerian Pertanian disebut refocusing atau mengalihkan fokus anggaran. Amran menambahkan, refocusing anggaran Kementerian Pertanian ini dilakukan pada tahun anggaran 2014-2015 yang di mana mampu mengalihkan fokus anggaran. Amran memberi contoh, refocusing anggaran ini terjadi pada anggaran perjalanan dinas sekira Rp800 miliar dialihkan untuk membeli traktor.

"Anggaran perjalanan dinas saja Rp800 miliar , dialihkan belikan traktor. Itu anggaran difokuskan kepada komoditas strategis . Kalau kami cabai, kedelai, jagung, padi," papar Amran.

Amran pun menyebut, kalimat 'bersayap' seperti penguatan, pemberdayaan maupun peningkatan sudah tidak ada lagi. Program-program tersebut masuk kedalam anggaran komoditas strategis.
"Biaya perjalanan dinas, seminar segala macam dievaluasi lagi," sebutnya.

Menurut Amran, dengan refocusing anggaran Kementerian Pertanian, pihaknya dapat menambah pembelian traktor hingga 80.000 traktor, yang sebelumnya hanya 4.000 traktor.

"Traktor tahun lalu 4.000 sekarang 80.000 naik berapa persen itu, itu dari hasil refocusing, seperti anggaran pemberdayaan seminar," ungkap Amran.

Penertiban anggaran dengan refocusing ini, lanjut Amran menjelaskan, akan terus dibenahi agar target-target pembangunan infrastruktur di sektor pertanian tercapai.

"Ini dibenahi, coba hasilnya target irigasi Presiden satu juta, sekarang tahun ini 2,6 juta tercapai. Untuk tahun ini kita lihat perkembangan di lapangan," tukasnya.(okezone.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama