breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan Soal Kapal Ternak Sapi dari NTT : Ini Dapat Merubah Struktur Pasar

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang menunjukkan kepada para wartawan hasil kesepakatan  tertulis  pertemuan Menteri Pertanian, Gubernur NTT, dan Kepala Staf Kodam IX/Udayana dengan pelaku usaha peternakan dan stakeholder terkait yang dilaksanakan pada Rabu, 18 November 2015 di Aula Hotel Aston, Kupang, NTT. Mentan menjelaskan masalah ini sehubungan dengan adanya pemberitaan berjudul " Penentuan Harga Sapi dari NTT Alot" yang dimuat HU.Kompas (Senin, 7 Desember 2015, Hal 18))  sebelum melakukan tanam padi serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin, 7 Desember 2015. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Tangerang, BeritaRayaOnline,-" Tiga belas pos selama ini terlalu panjang baru sampai di Pelabuhan Kupang, NTT. Karantina urus di Bupati hampir dua mingu.Perjalanan dua hari. Kami minta dua minggu sudah tiba di Jakarta. Harga di tingkat petani peternak Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu. Namun, ingat lho kami tidak berhubungan dengan petani. Dijual kepada pedagang Rp 30 ribu per kilogram tiba  di pelabuhan," jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada sejumlah wartawan, Senin pagi (7/12/2015)  usai tiba di lokasi acara tanam padi serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten sehubungan adanya pemberitaan di HU.Kompas berjudul "Peternakan, Penentuan Harga Sapi dari NTT Alot" edisi Senin, 7 Desember, Hal.18.

Mentan lalu menjelaskan lagi dengan 13 pos tadi beban biaya Rp 50 ribu s/d Rp 100 ribu/ekor. 20 persen terjadi "pengurusan" bobot berat badan sapi. Bila 20 persen dikalikan Rp 6 ribu/ekor menjadi Rp 2,4 juta."Menguap, tidak dinikmati peternak sapi dan konsumen," selanya.

" Kami tidak ketemu petani..eh...tiba-tiba ditulis di HU.Kompas Rp 41 ribu, naik Rp 11 ribu atau naik 25 persen. Ini apa-apaan.Jangan dibolak-balik dong itu beritanya. Aduh, katanya ini menekan petani. . Harus ini diselesaikan. Ini kesempatan tanda tangan khusus. Katanya di koran ada midle man semacam makelar atau perantara. Aku bingung...mengatasnamakan rakyat lagi," kata Mentan yang saat itu langsung memanggil wartawan HU.Kompas yang ikut dalam rombongan peliputan dari Kementerian Pertanian Jakarta.

Andi Amran Sulaiman mengatakan lagi ada 6 kapal ternak mampu mengangkut 3 ribu ekor sekali jalan. Bila 4 kali jalan selama sebulan menjadi 12 ribu ekor per bulan baik sapi yang berasal dari Provinsi NTT (50 ribu ekor), NTB ( 5 0ribu ekor), Sulsel ( 70 ribu sampai 100 ribu ekor), serta Lampung maupun Jawa Timur.

"Total 3000 ekor sapi, sedangkan kita impor sapi  500 ekor sampai 600 ekor. Ini dapat merubah struktur pasar. Dulu harga daging sapi Rp 100 ribu/kg, sekarang Rp 62 ribu/kg. Harga di tingkat konsumen Rp 70 ribu/kg sampai Rp 80 ribu/kg di Jakarta sudah bagus. Kita harapkan sebagai midle man. Kalau bisa kita jaga harga yang baik. Sebab dengan impor harga di tingkat lokal jadi tinggi. Kita aja memotong suppy chain," jelasnya.

Pada kesempatan itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali membagikan press release hasil pertemuan Menteri Pertanian, Gubernur NTT dan Kepala Staf Kodam IX/Udayana dengan pelaku usaha peternakan dan stakeholder terkait yang dilaksanakan pada Rabu 18 November 2015 di Aula Hotel Aston Kupang, NTT, antara lain menyepakati ;

1. Masa karantina di Instalansi Karantina Hewan, sebelum (1-2 minggu) ,sesudah (1-2 hari)

2. Penerbitan Surat Izin Desa, sebelum (Rp 10.000 s/d Rp 30.000/ekor), sesudah (Rp 10.000/ekor)

3. Penerbitan Surat Izin dari Kabupaten, sebelum (1-2 minggu), sesudah (1 hari)

4. Penerbitan Surat Izin dari Provinsi, sebelum (1-2 minggu), sesudah (1 hari)

5. Pungutan pada pos di jalur retribusi ternak, sebelum (ada), sesudah (tak ada)

6.Pungutan-pungutan lain, sebelum  (Rp 100.000/ekor), sesudah (tidak ada )

7. Dengan Kapal Ternak Biaya Perjalanan, sebelum (Rp 1.800.000/ekor), sesudah (Rp320.000/ekor)

8. Dengan Kapal Ternak Penyusutan Bobot Badan Sapi, sebelum (20-30%), sesudah (5-10%, hemat Rp 6000/kg/bobot hidup)

9.Perkiraan Harga Daging Sapi di Jakarta, sebelum (Rp 100.000 s/d Rp 110.000), sesudah (Rp 67.500 sampai dengan Rp 75.000)

10.Harga BEP  Untuk Daging Sapi di NTT, sebelum (Rp 80.000/kg), sesudah (Rp 62.000/kg)

11. Harga Bobot Sapi Hidup Sapi di NTT yang akan dikirim ke DKI Jakarta, sebelum (Rp30.000/kg), sesudah (Rp 29.000/kg)

12.Waktu Penerbitan Surat Rekomendasi dari Daerah Penerima DKI Jakarta, sebelum (3-4 hari), sesudah (0 hari)

13.Biaya Pengiriman Daging ke Jakarta, sebelum (Rp 3.500/kg), sesudah (Rp 500 s/d Rp 1000/kg).

(lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama