breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Mentan : Impor Beras Itu Hanya Opsi Cadangan !

Share This

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang melakukan gerakan tanam padi serempak di Desa RawaKidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin, 7 Desember 2015. Usai tanam serempak Mentan melakukan dialog langsung dengan para petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaonline)

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kementerian Pertanian tengah melakukan pencanangan gerakan pemberdayaan petani terpadu. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan tanam serempak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna menekan cadangan impor beras yang telah dilakukan Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog) tidak keluar.

Dirinya mengibaratkan hal ini sebagai tim sepak bola, di mana pemain inti yaitu para petani Indonesia harus bermain baik dan terus meningkatkan produksi. Artinya, jika pemain inti bermain baik, pemain cadangan (beras hasil impor) pun tidak akan dikeluarkan.

Sebagai informasi, November lalu Perum Bulog datangkan 227 ribu Ton beras asal Vietnam. Dengan izin yang didapat sebanyak 1 juta impor beras. Dimana dengan beras impor tersebut, Bulog dapat memperkuat stoknya, dalam menghadapi paceklik yang diperkirakan bakal terjadi di awal 2016.

"Opsi impor berarti tidak cinta petani nasional. Impor itu kan hanya opsi cadangan. Jadi semua itu tergantung pemain inti kita yaitu seluruh seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di tempat ini. Mau enggak pemain cadangan (beras impor) itu turun," ujar Mentan Andi  Amran Sulaiman, di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Tangerang, Senin (7/12/2015).

Amran menambahkan, melalui kegiatan gerakan tanam serempak yang dilakukan Desember 2015 dan dilakukan dari Sabang sampai Merauke, maka akan ada tambahan 3,5 juta hektar luas tanam padi di luar sanding crops yang telah dilakukan pada Oktober sebanyak 3,78 juta hektar luas tanam padi.
"Artinya akan terjadi puncak panen sekira Maret 2015.

Dengan jumlah itu, tidak mungkin cadangan impor akan keluar. Di mana hasil panen ini akan penuhi kebutuhan beras masyarakat Indonesia," ujarnya.(okezone.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama