Ads


» » » Mentan dan Kabalitbang Launching Taman Sains dan Teknologi Pertanian di Cimanggu Bogor

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Muhammad Syakir sedang memencet tombol sebagai launching Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) Nasional  di Kompleks Penelitian Pertanian di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/12/2015). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Bogor, BeritaRayaOnline,- Mulai awal tahun 2015 Kementerian Pertanian membangun Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) di berbagai wilayah Indonesia. Taman ini berfungsi sebagai sarana pengembangan invensi untuk menjadi inovasi, yang dilengkapi dengan unit percontohan berskala pengembangan, berwawasan agribisnis hulu hilir, bersifat holistik dan komprehensif untuk pengembangan, penerapan teknologi praproduksi, produksi, panen, pasca panen, dan pengolahan serta pemasaran.

Untuk skala nasional akan dibangun Taman Sains dan Teknologi Nasional (TDTPN) di Kompleks Penelitian Pertanian, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, serta 33 Taman Sains Pertanian (TSP) di seluruh Indonesia yan berlokasi di Kebun Pencobaan milik Badan Litbang Kementerian Pertanian.

Pembangunan TSP dimaksudkan sebagai wahana hilirisasi inovasi teknologi hasil Badan Litbang Pertanian dan sebagai wahana pelatihan dan inkubator bagi pelaku agribisnis (penyuluh, petani, dan pelaku usaha). Selain itu, juga dapat berfungsi sebagai ajang kegiatan pengkajian perbaikan teknologi dan perekayasaan kelembagaan pendukung usaha agribisnis untuk mengantisipasi perubahan lingkungan bio fisik dan sosial ekonomi yang berkembang sangat dinamis, serta penyedia solusi teknologi pertanian.


Di samping itu akan dibangun Taman Teknologi Pertanian (TTP) di berbagai wilayah di Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat. TTP merupakan tempat untuk pengembangan dan penerapan inovasi pertanian yang telah dikaji dalam skala ekonomi sekaligus menjadi tenpat pelatihan, pemagangan, diseminasi teknologi, dan inkubasi bisnis bagi para calon pengusaha yang akan melakukan bisnis berbasis teknologi.

Pembangunan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun. Untuk tahap awal (2015) dibangun 1 Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP), 5 TSP di Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, serta 16 TTP dengan rincian tiga lokasi di Sumatera, 7 lokasi di Jawa, 3 lokasi di Kalimantan, 2 lokasi di Sulawesi, dan 1 lokasi di Provinsi NTT.

Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Dr.Muhammad Syakir pada acara Launching Taman Sains dan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian di Cimanggu, Bogor, Selasa siang (1/12/2015) yang juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Rektor Universitas Andalas Padang, dan Wakil Bupati Bogor,  menjelaskan  Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional mengagendakan Taman Sains (TS) di 34 provinsi dan Taman Teknologi (TT) di 100 kabupaten dalam waktu 5 tahun sebagai program quick win.

"Sesuai dengan RPJMN 2015, Kementan melalui Balitbangtan mendapat tugas untuk membangun 5 Taman Sains Pertanian (TSP) di area kebun percobaan milik Balitbangtan dan 16 Taman Teknologi Pertanian (TTP) di tingkat kabupaten dan kota. Di samping itu Kementan juga memiliki program untuk mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian Nasional (TSTPN) yang dipusatkan di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat," ujarnya.


Lima Taman Sains Pertanian (TSP) yang dibangun 2015 adalah TSP KK.Natar, Kabupaten Lampung Selatan, TSP  KP Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, TSP KP Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan TSP KP.Maros, Sulawesi Selatan.

Sedangkan 16 Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang dibangun tahun 2015 oleh Kementan adalah TPP Kota Jantho, Kab.Aceh Besar, Aceh, TTP Guguak, Kab.Lima Puluh Kota, Sumbar, TTPTanjung Lago, Kab.Banyuasin, Sumsel, TTP Cigombong, Kab.Bogor, Jawa Barat, TTP Cikajang, Kab.Garut, TTP Sedong, Kab.Cirebon, TTP Lebaksiu, Kab.Tegal, TTP Nglanggeran, Kab.Gunung Kidul, DI Yogjakarta, TTP Pringkuku, Kab.Pacitan, TTP Solokuro, Kab.Lamongan, TTP Tapin Selatan, Kab.Tapin, Kalsel, TTP Pelaihari, Kab.Tanah Laut, Kalsel, TTP Garing Hatampung, Kota Palangkaraya, Kalteng, TTP Batui, Kab.Banggai, Sulawesi Tengah, TTP Barebbo, Kab.Bone, Sulsel, dan TTP Mollo, Kab.Timor Tengah Selatan, NTT. (***/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini