Ads


» » » Mentan Berharap Maret 2016 Mendatang Indonesia Dapat panen Padi 3 Juta Hektar

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalukan dialog terbuka dan langsung dengan para petani dan penyluh pertanian lapangan (PPL) usai melakukan gerakan tanam padi serempak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin 7 Desember 2015. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Tangerang, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian (Kementan) bersama menggelar Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui kegiatan Tanam Padi Serempak di 500 Kabupaten se-Indonesia untuk menggenjot produksi padi 2016.

Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu ini dilakukan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam acara ini Mentan didampingi Gubernur Banten yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Suranta, Pangdam Jaya yang diwakili Korem Barat Kodam Jaya, Brigjen TNI Zamroni, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Hasil Sembiring dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementan, Pending Dadih Permana.

Mentan Amran menjelaskan, tanam serempak ini merupakan bentuk langkah nyata Kementan dalam mempercepat dan mendorong petani agar mulai melakukan penanaman perdana musim tanam Oktober-Maret 2016.

Harapannya, di bulan Maret nanti Indonesia dapat memanen padi pada lahan seluas 3 juta hektar (ha).

“Penanaman padi ini dilakukan serempak sekitar 500 Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk musim tanam Oktober-Maret. Mudah-mudahan panen bagus di bulan Februari-Maret nanti. Kita targetkan panen seluas 3 juta ha,” ujarnya di sela acara penanaman padi, Senin (7/12/2015).

Untuk menyukseskan Tanam Padi Serempak tersebut, agar menghasilkan produksi yang tinggi, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dan fasilitas yang dibutuhkan petani. Yakni, sistem irigasi yang bagus dan penambahan alat mesin pertanian (alsintan) di 2016 sebanyak 80 ribu unit, atau meningkat dibandingkan 2015 yang sebanyak 60 ribu unit. 

Selain itu, Kementan juga melakukan upaya memperpendek masa tanam yakni 1-2 bulan dari dulunya 3 bulan karena tanam dilakukan secara manual.

“Selain itu, distribusi pupuk pun sudah kami siapkan, sudah kami cek. Alsintan ada hand traktor, transplanter. Irigasi 2,6 juta sudah terealisasi 90 persen. Elnino terparah sepanjang sejarah saja kita sudah lolos. Jadi kita harus yakin, produksi di 2016 melimpah,” kata dia.

Mentan lantas kembali menyinggung soal impor beras yang telah dilakukan pemerintah. Ia digunakan sebagai cadangan stok beras akhir 2015 sampai menjelang panen awal 2016, bukan karena kekurangan stok beras.

“Impor itu ibaratnya dalam permainan bola, ada pemain cadangan, dibutuhkan apabila pemain utamanya cedera. Jadi kalau stok aman, sampai menjelang panen 2016, tidak dibutuhkan stok cadangan itu,” tegasnya.

Stok beras yang ada di gudang Perum Bulog sampai saat ini sebanyak 1,3 juta ton dan pasokan beras di Pasar induk Beras Cipinang setiap minggunya sebanyak 5 ribu ton. Pasokan ini sesuai dengan pasokan normal di Pasar Induk Beras Cipinang. “Artinya stok beras kita saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai panen di 2016,” pungkasnya.(pertaniantoday.com/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini