Ads


» » » Kementan Kawal Pemerintahan Bersih Dengan Pengetatan Impor Pangan

Jakarta.BeritaRayaOnline- Upaya Kementan dalam percepatan peningkatan produksi pertanian terutama padi, jagung dan kedelai serta komoditas hortikultura unggulan di antaranya melalui pengembangan mekanisasi pertanian. Hal itu dikarenakan semakin terbatasnya sumber daya lahan dan air serta sumber daya manusia.

Fasilitasi bantuan alsintan untuk tahun 2015 ini naik 2000 persen, 4 000 unit menjadi 80.000 unit dan  telah mendongkrak tambahan luas tanam secara signifikan dan biaya usaha tani yang ditanggung petani turun setidaknya 40-50%. 

Menurut Direktur Alat Dan Mesin Pertanian, Suprapti, untuk tahun 2016, akan dibagikan sekitar 100.000 unit alsintan. Penyediaan massal alsintan ini meliputi: traktor, pompa air, alat tanam rice transplanter, alat panen combine harvester, dryer padi dan jagung, corn sheller, mesin giling dan lainnya. 

Dijelaskan Suprapti, untuk menjamin penyaluran tepat sasaran dan tanpa KKN, pengadaan alsintan dilakukan secara e purchasing/ e catalog. Dalam hal ini harga alsintan mengacu pada harga yg tercantuam dalam e catalog LKPP yg dinego kembali oleh pejabat pengadaan karena pembelian alsin dalam jumlah yang besar.

Penyaluran alsintan berdasarkan usulan poktan/gapoktan/UPJA yang disampaikan kepada  Dinas Pertanian Kab/Kota/Distan Provinsi secara e proposal.Terhadap kelompok tani (poktan)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) yg belum terlayani  dengan sistem tersebut dan saat kunjungan kerja  Menteri Pertanian masih perlu dibantu alsintan, maka penyaluran alsintan segera disampaikan kepada poktan yang bersangkutan.

Penyaluran alsintan berdasarkan alokasi anggaran yang tercantum dalam DIPA Kementan, selanjutnya pelaksanaan pengadaan ditangani sepenuhnya di masing-masing Eselon I terkait bersama Distan Provinsi di Seluruh Indonesia.

"Semua pelaksana melakukan pengadaan dengan sistem e catalog," jelas Suprapti.

Sejalan dengan itu, sejak awal menjabat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginginkan kementerian pertanian bersih dari KKN. Untuk itu menteri Andi Amran meminta KPK untuk bersama sama mengawasi penggunaan anggaran di Kementan.

 Lebih dari itu, saat ini telah berkantor di Kementan pihak dari kejaksaan Agung dan Kepolisian RI masing masing 2 orang untuk mengawal dan memgawasi  proses tender dan penggunaan anggaran di Kementan.

"Kita ingin Kementan ini bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dengan begitu, upaya kita untuk mewujudkan swasembada pangan akan mudah dan cepat kita wujudkan," tegas Andi Amran.

Untuk menjamin itu, sejak awal duduk sebagai menteri, Andi Amran telah mewanti-wanti jajaran Kementan tidak main main dengan KKN. Bahkan untuk diri dan keluarganya, tidak diperkenankan berbisnis di Kementan. "Kita harus menberi contoh kepada semua pimpinan dan staf," paparnya. 

Hal ini dibenarkan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring, yang sering mengikuti perjalanan bersama menteri. "Pak Menteri selalu mengingatkan untuk tidak KKN, bahkan di setiap pertemuan, kami selalu ditraktir pak menteri karena beliau tidak mau ditraktir ," ungkap Hasil Sembiring.

Di bagian lain, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi menjelaskan, Indonesia merupakan lumbung jagung dunia dan menempati peringkat ke-8.  Setidaknya terdapat 12 provinsi dan 45 kabupaten sentra jagung diantaranya: Kabupaten Grobogan, Kendal, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tuban, Malang, Kediri, Blitar, Garut, Karo, Gowa, Pinrang, Bima, Sumbawa, Gorontalo dan lainnya.

Berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) II BPS, produksi jagung tahun 2015 sebesar 19,83 juta ton meningkat 4,34% dibandingkan 2014. Naiknya produksi jagung 2015 ini juga diikuti dengan peningkatan produksi padi 5,85% dan kedelai 2,93% secara bersamaan merupakan fakta yang patut kita syukuri.

Hal ini karena umumnya bila produksi jagung naik diikuti turunnya produksi kedelai dan atau padi. Hal ini tentunya sebagai dampak dari berbagai kebijakan dan kerja keras semua pihak dalam meningkatkan produksi pangan.  

Keberhasilan meningkatkan produksi jagung ini patut diapresiasi berkat kebijakan Pemerintah yang langsung menyentuh petani dan menyelesaikan masalah di lapangan. Terobosan kebijakan yaitu: (1) Revisi Perpres 172/2014 dari Lelang menjadi Penunjukan Langsung pengadaan benih dan pupuk, berdampak agroinput diterima petani secara cepat dan tepat waktu; (2) Kebijakan bantuan benih diberikan tidak di lokasi existing, berdampak pada perluasan areal tanam; (3) Kebijakan refocusing anggaran dari perjalanan dinas, rapat, seremoni dan lainya dialihkan untuk perbaikan irigasi, optimasi lahan dan alsintan.

Operasionalisasi program di lapangan dengan pendampingan dan pengawalan secara masif di lapangan melibatkan penyuluh pertanian, peneliti, akademisi, serta mahasiswa, KTNA dan kelompoktani.

Penyediaan masal alat dan mesin pertanian (Alsintan) meliputi: traktor, pompa air, alat tanam rice transplanter, alat panen combine harvester, dryer padi dan jagung, corn sheller, mesin giling dan lainnya. 

Saat ini pabrik pakan ternak membutuhkan jagung dengan kadar air 15%, sedangkan jagung petani mungkin kadar airnya lebih besar dari 15%. Untuk itu bantuan Menteri Pertanian sarana pengering jagung (dryer) maupun corn sheler secara tepat sasaran ini sangat dibutuhkan petani. 

Menurut Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) jika jagung lokal dapat segera dikeringkan, maka jagung lokal lebih baik dari impor karena kadar protein jagung lokal lebih tinggi dan kadar aflatoksinnya lebih rendah.

Hal terpenting dan patut menjadi perhatian bersama adalah masalah tata niaga jagung.  Menteri Pertanian terjun langsung menangani tata niaga jagung.  Sehingga harga jagung di Bima NTB sempat jagung Rp 1.500/kg dan petani menderita kerugian besar langsung diatasi dengan mengendalikan impor jagung, menentukan HPP jagung Rp 2.700/kg.  

Impor jagung hanya dilakukan Bulog dengan memperhatikan pasokan domestik. Dampak nyata kebijakan ini adalah harga jagung saat ini stabil berkisar Rp 3000/kg dan petani menikmati profit marjin yang wajar. 

Solusi permanen tata niaga ini dibangun kerjasama petani, Bulog dan pelaku usaha.  Pemerintah menangani pasar melalui Bulog dan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan membeli jagung petani dan memperpendek rantai niaga. Selanjutnya Bulog dapat menjual jagung langsung ke industri pakan ternak.

Guna mencukupi kebutuhan jagung domestik, Kementerian Pertanian menargetkan produksi jagung 2016 sebesar 24 juta ton, sehingga diyakini tahun 2016 tidak impor jagung, bahkan dilakukan ekspor mengingat surplus jagung. Peluang ekspor jagung pada tahun 2016 bukan hal baru, mengingat pada tahun 2015 pun Indonesia telah berhasil ekspor jagung ratusan ribu ton dari pelabuhan di Sumbawa dan Gorontalo.

Guna mencapai target produksi 2016 sebesar 21 juta ton, Kementerian Pertanian berkomitmen bekerja lebih keras lagi dengan mengembangkan jagung 2016 sebesar 1 juta hektar melalui peningkatan Indek Pertanaman dan Perluasan Areal Tanam, tumpangsari pada areal Perhutani dan Inhutani serta integrasi jagung di lahan Perkebunan. 

Peningkatan produktivitas didorong dengan penggunaan bibit jagung hibrida dan perbaikan mutu pertanaman jagung secara besar-besaran.

Guna memenuhi kebutuhan industri pakan ternak, maka pabrik pakan ternak diarahkan memproduksi jagung sendiri dengan cara membuka lahan untuk jagung. Kementerian Pertanian memberi kemudahan bagi industri membangun agribisnis jagung skala luas (corn estate), pola bermitra dengan petani dan terintegrasi dengan industri pakan ternak.

Potensi lahan untuk corn estate ini memanfaatkan konversi hutan maupun pola tumpangsari di lahan perhutani.

Pada tahun 2015 ini setidaknya terdapat Empat investor siap mengembangkan jagung pada areal hutan 500 ribu hektar dan lahan Perhutani 265 ribu hektar. Investasi dengan nilai empat triliunan rupaih ini mampu menyerap 800 ribu tenaga kerja dan menghasilkan 5 juta ton jagung/ tahun yang lebih dari cukup untuk industri pakan ternak.

Untuk itu industri pakan ternak diminta bekerja keras untuk memproduksi jagung sendiri dan tidak mengandalkan jagung impor, mengingat potensi lahan dan sumberdaya sangat tersedia.  Ini merupakan solusi permanen dalam rangka pemenuhan kebutuhan pakan ternak.(press release humas kementan/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini