breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Kementan Alokasikan Rp 6 Triliun untuk Perluasan Areal Sawah 200 Ribu Hektar

Share This

Cetak sawah  dengan percepatan tanam padi dilakukan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) , Sulawesi Utara,  yang juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, belum lama ini (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana Rp 6 triliun dalam APBN 2016 untuk program perluasan areal sawah hingga 200.000 hektar (ha). Target pencetakan sawah baru itu naik 10 kali lipat dari realisasi perluasan areal sawah sampai akhir 2015 ini yang mencapai 20.000 ha

‎Pencetakan sawah baru di 2016 akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang masih defisit beras.

"Fokus pada daerah-daerah yang shortage, yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Contohnya Maluku, NTT, Riau, itu menjadi prioritas agar masyarakat tidak dibebani biaya transportasi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menghadiri Rapim TNI di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

‎Alasannya, harga beras di daerah-daerah yang defisit tersebut cenderung mahal. Ongkos transportasi untuk pengiriman beras dari daerah lain membuat harga beras menjadi lebih mahal dan membebani masyarakat.

Karena itu, areal sawah di daerah-daerah seperti itu perlu ditingkatkan supaya pasokan beras tidak bergantung pada daerah lain dan ‎harganya lebih murah.

"Kalau diproduksi di wilayah masing-masing lebih hemat. Biaya transportasi yang bayar adalah konsumen," ujar Amran.

‎Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Gatot Irianto menyatakan, optimistis bisa mencetak sawah hingga 10 kali lipat lebih banyak dibanding tahun ini, karena memiliki waktu dan persiapan yang lebih panjang. Pencetakan sawah pada 2016 bisa dikebut sejak awal tahun.

Ia mengatakan, jumlah 200.000 hektar sudah dihitung melalui kajian oleh Kementan berdasarkan ketersediaan lahan, kesiapan pelaksanaan di lapangan, dan sebagainya.

"Kan ada studinya, sudah kita siapkan," tandas Gatot

Gatot menambahkan, biaya pencetakan sawah di setiap daerah berbeda, tergantung kondisi alam. Semakin lebat vegetasi suatu kawasan, makin besar biaya untuk pencetakan sawah.

Dengan adanya tambahan sawah seluas 200.000 hektar ini, produksi padi di 2016 bisa bertambah 600.000 ton gabah kering giling (GKG) dengan asumsi produktivitas awal sawah yang baru dicetak mencapai 3 ton per hektar.

"Kalau 3 ton per hektar saja sudah 600.000 ton GKG," tutup Gatot. (detikfinance.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama