Ads


» » » Kapal Ternak Makin Optimal Bila Libatkan Swasta, kata KPPU


Jakarta BeritaRayaOnline- Pengadaan kapal khusus pengangkut ternak yang mengimplementasikan program Tol Laut dari Presiden RI Joko Widodo mendapat apresiasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), seraya mengingatkan pihak swasta untuk mendukung distribusi ternak sapi dengan menyediakan kapal sejenis sehingga dapat mendukung pengadaan sapi dari sentra produksi ternak seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Jakarta dan sekitarnya sebagai wilayah dengan konsumsi daging sapi tertinggi di Indonesia.

Ketua KPPU, Syarkawi  mengatakan langkah pemerintah menyediakan kapal ternak adalah pilot project untuk mengimplementasikan konsep tol laut, dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan peternak dan konsumen harus diikuti pihak swasta untuk menyediakan kapal serupa sehingga tercipta sinergi dalam mendukung pencapaian swasembada daging di Indonesia.

"Langkah pemerintah ini kan sebagai pilot project, dan seharusnya dapat dilakukan lebih masif yang didukung oleh pihak swasta," kata Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Ra'uf kepada pers di sela kunjungan Presiden Jokowi pada Jumat petang (11/12/2015) di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menyaksikan kedatangan pelayaran perdana KM Camara Nusantara 1 yang mengangkut 353 ekor sapi Bali jantan dari Pelabuhan Tenau di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia menambahkan, KPPU mengestimasi konsumsi daging sapi terbesar di Indonesia adalah di DKI Jakarta dan sekitarnya dengan tingkat konsumsi 70% atau tertinggi di Indonesia, dengan tingkat kebutuhan rata-rata 4.000 ton per hari, sementara sentra produksi ternak sapi berada di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT sehingga pengadaan kapal ternak sangat diperlukan untuk mendukung distribusi ternak sapi ke Jakarta.

Sebagaimana diketahui, kapal ternak ini merupakan implementasi dari konsep tol laut yang digagas Presiden Jokowi, sebagai upaya optimalisasi untuk menata distribusi ternak sapi nasional dan perbaikan tata niaga dengan memanfaatkan kapal angkut khusus ternak. 

"Sehingga sapi dari NTT tidak lagi diangkut dengan kapal barang atau truk dengan jarak yang sangat panjang dan waktu tempuh yang lama," kata Mentan Andi Amran Sulaiman kepada pers di Jakarta pada Jumat (11/12/2015).

Kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 menyediakan 500 ruang untuk sapi sesuai standar internasional, yang akan terus dimanfaatkan untuk pengiriman ternak dari wilayah produsen ternak seperti NTT, NTB dan Jawa Timur ke daerah konsumsi yakni Jabodetabe, ini diharapkan dapat maksimal karena diyakini mampu menekan harga distribusi sapi.

Mentan Amran Sulaiman menambahkan jumlah ternak yang diangkut mencapai 353 ekor sapi Bali jantan dengan rata-rata bobot hidup 250 kg sampai 350 kg dengan perkiraan rata-rata produksi daging sapi adalah 125 kg per ekor.

Harga bobot hidup sapi di NTT yang dikirim ke Jakarta adalah Rp30.000 per kg bobot hidup. Pembelian ternak dari NTT ke DKI Jakarta dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) yang diwakili oleh Depot Logistik (Dolog). Ternak selanjutnya akan dikirim ke kandang ternak lokal di Desa Gandasari Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat milik Perum Bulog.

Pemulihan ternak akan dilakukan selama dua hari di kandang penampungan Dolog, dan untuk selanjutnya sapi dapat dimanfaatkan oleh pembeli sebagai sapi bakalan dan siap potong.(**/lasman simanjuntak)
sumber berita :b2b/foto : bisnis.tempo.co

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini