breaking
Gambar tema oleh mskowronek. Diberdayakan oleh Blogger.
Fokus Pertanian Padi, Mentan Minta Pengertian Pengusaha Kelapa Sawit

Share This

Nusa Dua, BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta pengertian kepada para pengusaha kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) karena fokus pada sektor pertanian padi. 
 
“Sektor kelapa sawit ini sudah mewah, banyak pengusaha besarnya, jadi sudah sangat mandiri. Ibarat punya anak 10, sektor padi, jagung dan kedelai ini adalah anak-anak kita yang sedang sekarat dan dirawat di ICU. Jadi harus kita selamatkan dulu,” ujar Mentan  Andi Amran  Sulaiman saat berpidato di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2015 di Nusa Dua, Bali, Jumat (27/11/2015).

Namun, Mentan menegaskan pemerintah tetap mendukung penuh sektor kelapa sawit karena potensinya yang begitu besar. Namun, dirinya harus memprioritaskan sektor-sektor yang memang butuh perhatian khusus sebelum benar-benar tidak terselamatkan.
Mentan IPOC 3
Mentan Amran saat berdiskusi dengan pengusaha kelapa sawit

Menurut Mentan Amran, ada dua alasan industri kelapa sawit tak masuk unit gawat darurat alias ICU. Pertama, kelapa sawit merupakan komoditas strategis. Catatannya menunjukkan bahwa setiap tahunnya, devisa dari kelapa sawit dan turunannya mencapai Rp 250 triliun.

Di samping itu, seturut data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) yang dalam kesempatan itu menjadi penyelenggara konferensi menunjukkan bahwa sampai dengan 2014 usai, produksi minyak kelapa sawit asal Indonesia mencapai angka 31,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 21,7 juta ton yang diekspor.

Kedua, organisasi kelapa sawit yang sudah kuat yang tidak dijumpai di sektor pertanian padi. Menurutnya, pertanian padi memerlukan perhatian khusus pemerintah.

“Secara organisasi, industri kelapa sawit sudah kuat. Petani padi ini jumlahnya jauh lebih besar dibanding petani kelapa sawit. Ada sekitar 80 juta orang yang hidupnya tergantung pada padi. Tapi yang memprihatinkan, mereka bahkan tidak memiliki organisasi. Mereka sangat membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah sebelum mereka ini mati,” ujar Mentan Amran.

Lantaran berbagai masalah yang menjadi tantangan pemerintah itulah, Menteri Amran mengibaratkan bahwa padi masuk ICU sebagai bentuk perhatian penuh pemerintah. Selain padi, yang juga menjadi pasien ICU adalah kedelai dan bawang merah.

Namun demikian, Mentan tetap berterima kasih kepada Gapki yang selama ini tidak pernah merepotkan pemerintah karena bisa mandiri tanpa harus bergantung banyak pada pemerintah.
“Kami sangat berterima kasih pada Gapki karena tidak pernah bergantung pada pemerintah, mampu mandiri. Kalaupun ada yang mengeluh soal harga turun, juga tidak pernah berteriak-teriak berlebihan,” pungkas Mentan.(www.pertaniantoday.com/lasman simanjuntak)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama