Ads


» » » Andi Amran Sulaiman : Tahun Depan Kementan akan Bagikan 100 Ribu Unit Alsintan

Teks Foto : Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Kepala Badan Litbang Kementan Muhammad Syakir   pada kesempatan kunjungan ke Kompleks Penelitian Pertanian Litbangtan di Cimanggu, Bogor, Selasa siang (1/12/2015)   memberikan arahan dan masukkan setelah melihat langsung sejumlah Alsintan yang merupakan hasil karya teknologi Balitbang Kementan seperti mini combine harvester lahan rawa, mesin pencacah (chopper), mesin pemanen padi dan jagung, mesin penyiang gulma padi sawah bermotor (power weeder), dan Alsin rawat ratun tipe Juring Ganda. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

 Bogor, BeritaRayaOnline,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tahun depan (2016) Kementerian Pertanian (Kementan) akan membagikan 100 ribu unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk seluruh Indonesia.





Disebutkan , ada penghematan devisa triliunan rupiah dari keputusan membatasi impor beras, daging, hingga jagung.

”Satu tahun pemerintahan Pak Jokowi di pertanian pencapaian luar biasa.Saya modal hanya Rp 10.000, hemat (devisa) merancang Rp 100 triliun.Bagaimana mungkin? dengan pena saya yang harganya Rp 10.000, dengan pena saya batasi impor,” katanya masih memegang sebuah pena.

Keputusannya memperketat impor pangan, lanjutnya, hanya untuk melindungi petani dan peternak lokal.

Menurutnya, keran impor yang dibuka sebelum dirinya menjabat membuat nilai tukar petani (NTP) rutin rendah.

”Saya tanda tangan (perketat impor) dengan akidah saya, tidak ada orang yang dorong saya.
Impor sesuai kebutuhan, bukan keinginan.Yang teriak-teriak itu akhirnya tetap impor itu konglomerat, bukan petani.Petani nangis suaranya nggak  sampaihingga Jakarta,.Saya bela petani.
Pena ini juga saya pertaruhkan jabatan saya,” tegasnya.

Teks Foto : Saat melihat-lihat alat mesin pertanian karya teknologi Balitbangtan di Kompleks Penelitian Pertanian di Cimanggu, Bogor, Selasa (1/12/2015), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disodorkan proposal oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Talaud , Provinsi Sulawesi Utara (berbatasan dengan negara Filipina-red) untuk mengajukan bantuan Alsintan bagi Kabupaten Kepulauan Talaud. Mentan langsung menandatangani proposal tersebut sebagai bentuk perhatian serius pemerintah untuk memberikan bantuan Alsintan di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)


 Mentan mencontohkan, akibat kebijakan pembatasan impor jagung di pelabuhan beberapa waktu lalu, membuat harga jagung di tingkat petani naik signifikan.

”Anda tahu harga jagung petani saat ini Rp 3.200-3.500/kg, awal saya serah terima jabatan harganya Rp 1.500/kg, nggak wajar harganya.Naik Rp 1.000 saja itu sejahterakan petani, Rp 1.000 diini 2 juta ton saja, itu telah berapa triliun.Kami ini mau bangkitkan spirit petani,” katanya.

Amran mengungkapkan, sejak dirinya menjabat jadi menteri, tidak sedikit pihak yang tak suka dengan dengan kebijakannya.”Pena ini juga bahaya buat saya.Bisa juga saya dicopot dari menteri sebab pena ini, selama saya yang jadi menteri, impor saya kendalikan untuk pangan strategis.
Kalah teknologi pertanian bagikan pena saya ini kalau urusan selamatkan petani,” katanya.

(dbs/lasman simanjuntak)

eMaritim.Com
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments
close
Banner iklan disini